PEKANBARU (RJ) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai berdampak serius terhadap kesehatan warga Pekanbaru. Hingga 10 Oktober 2026, tercatat 11.707 kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun masih menyiagakan layanan kesehatan, menyediakan obat-obatan dan oksigen, serta membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan angka tersebut merupakan data kumulatif sejak 25 Agustus 2026, setelah status siaga darurat kebakaran lahan ditetapkan di Pekanbaru.
"Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus," kata Hazli, Selasa (13/10/2026).
Data tersebut dihimpun dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Kota Pekanbaru. Dari total kasus yang tercatat, mayoritas merupakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni sebanyak 9.816 kasus.
Selain ISPA, terdapat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata.
Untuk menekan risiko gangguan kesehatan yang lebih luas, Diskes Pekanbaru terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanganan melalui 21 puskesmas. Petugas kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
"Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," ujarnya.
Masyarakat juga disarankan menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan. Langkah ini penting untuk mengurangi paparan polusi udara, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Selain memberikan edukasi kesehatan, Diskes Pekanbaru juga terus membagikan masker gratis. Hazli memastikan persediaan masker saat ini masih mencukupi.
Warga yang membutuhkan masker dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkannya secara gratis.
Diskes juga mengajak perusahaan besar dan korporasi di Pekanbaru berpartisipasi membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya dengan memberikan bantuan masker.
Bantuan tersebut dapat disalurkan melalui Pemko Pekanbaru atau Diskes, maupun diberikan langsung kepada masyarakat.
Di sisi pelayanan medis, Pemko Pekanbaru tetap menyiagakan fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Puskesmas telah dilengkapi obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan untuk menangani ISPA dan kebutuhan medis lainnya.
Jam pelayanan puskesmas juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB. Layanan tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis ketika mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi kabut asap. (*)