Kesehatan - Kesehatan

Pemko Pekanbaru Kejar Imunisasi Anak, Target Tak Ada yang Terlewat

Administrator
507 view
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar membuka Pencanangan Bulan Imunisasi Kejar, Jumat (2/10/2026),

PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar Bulan Imunisasi Kejar sepanjang Oktober 2026. Program ini ditujukan untuk mengejar imunisasi anak yang terlewat sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usia, terutama sebelum menginjak dua tahun.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat membuka Pencanangan Bulan Imunisasi Kejar di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (2/10/2026), mengatakan anak-anak merupakan masa depan keluarga, masyarakat, dan Kota Pekanbaru. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk tumbuh sehat dan terlindungi menjadi tanggung jawab bersama.

"Imunisasi bukan sekadar memberikan suntikan kepada anak. Tetapi, imunisasi merupakan upaya perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya serta menjaga kesehatan anak, keluarga, dan lingkungan," ujarnya.

Saat ini, masih terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi atau imunisasinya belum lengkap. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes), cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada 2025 baru mencapai 66,2 persen dari target 90 persen.

Sementara itu, cakupan imunisasi lengkap bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) baru mencapai 44,1 persen. Bahkan, masih ada 3.425 anak yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 1.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemko Pekanbaru. Bulan Imunisasi Kejar pun dijadikan momentum untuk mengejar imunisasi yang terlewat dan melengkapi imunisasi anak berdasarkan usia serta status imunisasinya.

"Bulan Imunisasi Kejar Kota Pekanbaru dilaksanakan selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Oktober," jelas Wawako.

Sasaran kegiatan ini meliputi bayi usia 0â€"11 bulan dan baduta usia 12â€"23 bulan. Para orang tua diminta segera memeriksa catatan imunisasi anak dan melengkapinya apabila masih ada imunisasi yang terlewat.

"Pelayanan imunisasi dapat diperoleh melalui Posyandu, Puskesmas, pos pelayanan imunisasi, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya," sebut Markarius.

Disampaikan Wawako, keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat agar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dapat dijangkau.

Pemko Pekanbaru mengajak Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kementerian Agama (Kemenag), serta seluruh perangkat daerah untuk mendukung gerakan tersebut.

"Kepada para camat, lurah, kepala puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, TP PKK, kader posyandu, serta seluruh tenaga kesehatan, mari kita perkuat edukasi, penjangkauan, pelayanan, dan pemantauan sasaran di lapangan," pinta Markarius.

Khusus kepada para orang tua, ia mengingatkan agar memeriksa catatan imunisasi anak, melengkapi imunisasi yang terlewat, serta mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

Masyarakat juga diajak saling mengingatkan dan membantu keluarga yang membutuhkan informasi mengenai imunisasi.

"Saya ingin menitipkan satu pesan untuk kita semua bahwa tidak ada anak yang terlewat. Kejar imunisasi yang terlewat, lengkapi imunisasi anak, dan berikan perlindungan terbaik sejak dini. Kejar sebelum usia satu tahun, tuntas sebelum dua tahun," tutur Markarius.

Pemko Pekanbaru berharap Bulan Imunisasi Kejar dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak sehingga semakin banyak anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usianya.

"Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan generasi Kota Pekanbaru yang sehat, kuat, dan terlindungi," ucap Wawako. (*)

Penulis
: Administrator