Legislatif - Legislatif

APBD-P Pekanbaru Rp3,26 Triliun, DPRD Soroti Program yang Langsung Dirasakan Warga

Administrator
506 view
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Amril.

PEKANBARU (RJ)- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Pekanbaru 2026 sebesar Rp3,26 triliun dinilai memperkuat berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Amril menyebut 14 program prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.

Menurut Roni, sejumlah program tersebut mencakup perbaikan jalan dan drainase, penanganan banjir dan sampah, pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, penguatan UMKM hingga pembenahan lingkungan melalui Program Pekanbaru LESTARI.

“Program Pak Agung bukan hanya sekadar rencana. Masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Jalan diperbaiki, drainase dibenahi, pendidikan dan kesehatan diperhatikan, UMKM didukung, serta persoalan kebersihan dan lingkungan ditangani lebih cepat,” kata Roni Amril.

Roni menyampaikan hal tersebut setelah DPRD bersama Pemerintah Kota Pekanbaru mengesahkan APBD Perubahan Tahun 2026 sebesar Rp3,26 triliun.

Dalam APBD-P tersebut, Pemko Pekanbaru tetap memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di antaranya bantuan beasiswa, subsidi bunga pinjaman bagi pelaku UMKM, santunan kematian, pelayanan kesehatan, penanganan sampah dan banjir, serta perbaikan jalan dan drainase.

Roni juga mengapresiasi Program Pekanbaru LESTARI yang merupakan singkatan dari Lingkungan Elok, Sehat, Tertata, Aman, Resik dan Indah.

Melalui program tersebut, Pasukan LESTARI telah ditempatkan di seluruh 15 kecamatan untuk mempercepat penanganan sampah, drainase tersumbat dan berbagai persoalan lingkungan.

“Pekanbaru LESTARI merupakan program yang langsung menyentuh lingkungan tempat tinggal masyarakat. Persoalan di kecamatan tidak perlu menunggu terlalu lama karena sudah ada petugas, kendaraan dan perlengkapan yang bisa langsung diturunkan,” ujarnya.

Menurut Roni, arah pembangunan di bawah kepemimpinan Agung Nugroho juga ikut memperkuat kepercayaan dunia usaha dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut, katanya, tercermin dari pertumbuhan ekonomi Pekanbaru pada Triwulan II 2026 yang mencapai 7,39 persen secara tahunan.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Dalam Negeri, Pekanbaru menempati posisi pertama sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan tersebut berada di atas Batam sebesar 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen dan Palopo 6,97 persen.

Angka pertumbuhan Pekanbaru juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kota-kota di Indonesia tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan, investasi, pembangunan dan UMKM di Pekanbaru terus bergerak,” jelas Roni.

Namun, menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari angka. Pemerintah juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat kecil.

Karena itu, Roni menilai kebijakan APBD-P yang tetap memberikan perhatian kepada UMKM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita melihat pembangunan Pekanbaru semakin jelas arahnya. Ekonominya tumbuh, investasinya bergerak, infrastrukturnya dibenahi dan lingkungannya ditata melalui Pekanbaru LESTARI. Program yang baik dan dirasakan masyarakat tentu harus kita dukung,” tegasnya.

Roni memastikan DPRD akan tetap menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh program dilaksanakan tepat sasaran, transparan dan sesuai aturan. Ia juga meminta organisasi perangkat daerah segera menerjemahkan arahan Wali Kota menjadi pekerjaan nyata di lapangan.

“Setiap rupiah dalam APBD harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan. Empat belas program prioritas ini harus kita kawal bersama agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Pekanbaru,” tutup Roni Amril.

Penulis
: Administrator