PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membangun ulang drainase di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, sebagai upaya mengurangi dampak banjir di kawasan Jalan Arifin Ahmad. Saluran yang sebelumnya tidak berfungsi optimal kini diperbesar dan disambungkan hingga ke anak Sungai Paus.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pembangunan drainase tersebut menjadi salah satu langkah penanganan banjir di kawasan Jalan Arifin Ahmad yang selama ini kerap terdampak saat hujan dengan intensitas tinggi.
"Karena targetnya mengurangi banjir di Arifin Ahmad," kata Agung,.
Menurutnya, kondisi drainase lama di Jalan Paus sudah tidak berfungsi secara maksimal. Sebagian saluran tidak saling tersambung sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
Selain itu, kapasitas drainase sebelumnya dinilai tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Sejumlah titik juga mengalami penyumbatan.
Untuk itu, Pemko Pekanbaru membangun ulang drainase dari persimpangan Jalan Paus-Jalan Arifin Ahmad hingga ke anak Sungai Paus. Saluran yang dibangun memiliki panjang sekitar 366 meter.
Drainase baru tersebut dibuat dengan ukuran lebih besar, yakni lebar 3 meter dan kedalaman 1,5 meter. Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk proyek tersebut.
Pembangunan drainase juga akan dilanjutkan di sisi lain Jalan Paus. Sebab, masih terdapat sejumlah saluran lama yang telah tertutup dan tidak lagi berfungsi.
"Di beberapa titik lainnya juga sedang dalam pembangunan drainase. Di Jalan Paus ini, ada tokoh masyarakat yang menyampaikan ternyata dulu drainase itu tertutup. Ketika dibongkar, drainase itu di dalamnya sudah padat ada beton, sampah," terangnya.
Agung berharap masyarakat turut menjaga fungsi drainase setelah pembangunan selesai. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke dalam saluran karena dapat kembali menyebabkan penyumbatan dan memicu banjir.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur drainase tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air. (*)