Karhutla Riau Nihil, Satgas Tetap Siaga dan OMC Berlanjut

Administrator
506 view
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal.

PEKANBARU (RJ) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kini sudah tidak lagi ditemukan. Hingga Minggu (27/9/2026), seluruh titik karhutla yang sebelumnya masih terbakar di sejumlah daerah telah padam.

Meski kondisi sudah terkendali, satuan tugas penanganan karhutla tetap bersiaga. Patroli dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul, terutama di wilayah rawan dan kawasan gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, saat ini tidak ada lagi karhutla aktif yang sedang ditangani di wilayah Riau.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi Riau zero karhutla. Tidak ada kebakaran aktif yang sedang kita tangani. Namun seluruh personel tetap siaga dan pemantauan terus dilakukan karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” kata Edy.

Sebelumnya, sejumlah titik karhutla masih dilaporkan terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu), dan Bengkalis. Namun, titik-titik tersebut kini sudah berhasil dipadamkan.

“Karhutla di Riau sudah nihil. Beberapa titik yang sebelumnya terbakar sudah padam,” katanya.

Menurut Edy, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla. Pemadaman, pendinginan hingga patroli dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya terbakar tidak kembali mengeluarkan api.

“Personel gabungan tetap siaga penuh melakukan pemantauan untuk mencegah karhutla susulan di wilayah yang sebelumnya terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kegiatan tersebut masih dilaksanakan untuk membantu membasahi lahan, terutama kawasan gambut yang mudah terbakar ketika dalam kondisi kering.

“OMC masih terus dilakukan. Hal ini sebagai upaya antisipasi membasahi lahan terutama lahan gambut yang mudah terbakar jika kering,” sebut Edy.

OMC akan terus dilakukan hingga kondisi cuaca di Riau memasuki musim hujan. Pesawat OMC akan diterbangkan ketika terdapat awan potensial yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi.

“Jika ada awan potensial akan langsung dilakukan OMC sampai cuaca di Riau benar-benar memasuki musim hujan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan kondisi zero karhutla tidak membuat langkah pencegahan dihentikan. Patroli dan pengawasan tetap dilakukan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Zero karhutla hari ini harus kita pertahankan. Personel tetap bergerak melakukan patroli dan pencegahan. Jangan sampai ketika situasi sudah terkendali, kewaspadaan justru menurun dan api kembali muncul,” kata Akmadi.

Polda Riau juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat diingatkan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran.

Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, total luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 20.597,23 hektare.

Bengkalis menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 8.569,25 hektare, disusul Pelalawan 6.710,21 hektare, Indragiri Hulu 1.631,95 hektare, Indragiri Hilir 1.381,54 hektare, dan Dumai 651,09 hektare.

Sementara itu, luas lahan terbakar di daerah lainnya yakni Rokan Hilir 445,47 hektare, Siak 429,72 hektare, Kepulauan Meranti 307,91 hektare, Kampar 171,67 hektare, Kuantan Singingi 129,32 hektare, Pekanbaru 106,73 hektare, dan Rokan Hulu 62,37 hektare.

Kondisi zero karhutla saat ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk mempertahankan situasi tersebut hingga Riau benar-benar memasuki musim hujan.

“Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat tetap menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali terjadi,” tambah Akmadi. (*)

Penulis
: Administrator