PEKANBARU (RJ) - Sanggar Seni Kemilau Kids tampil memukau dalam perayaan Hari Tari Dunia 2026 yang digelar Forum Tari Riau di Mall Living World Pekanbaru, Sabtu (2/5/2026). Penampilan para penari cilik ini sukses menarik perhatian pengunjung dan menuai apresiasi.
Kegiatan tersebut menjadi ajang unjuk bakat sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan terhadap seni budaya, khususnya tari tradisional.
Pada kesempatan itu, Kemilau Kids membawakan dua tarian daerah, yakni Tari Soleram yang ditampilkan oleh 10 penari serta Tari Nona Singapura yang dibawakan enam penari. Gerakan kompak, ekspresi yang kuat, serta kostum yang menarik membuat penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton.
Owner Sanggar Seni Kemilau, Elfera Rosawati mengatakan, keikutsertaan dalam acara ini merupakan bagian dari komitmen sanggar dalam melestarikan seni tari tradisional sejak usia dini.
"Kami sangat bangga bisa ikut ambil bagian dalam Hari Tari Dunia tahun ini. Ini kesempatan berharga bagi anak-anak untuk tampil, belajar percaya diri, dan semakin mencintai budaya sendiri," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting terus digelar agar anak-anak memiliki ruang untuk berkembang sekaligus menampilkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat.
Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari tari tradisional sehingga warisan budaya daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
"Harapan kami, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap seni dan budaya. Semoga makin banyak yang tertarik belajar tari tradisional," tambahnya.
Elfera juga memberi semangat kepada para penari cilik agar terus disiplin berlatih dan tidak takut tampil di depan umum. "Setiap panggung adalah kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik," tutupnya.
Perayaan Hari Tari Dunia 2026 berlangsung meriah dengan penampilan berbagai sanggar tari dari Riau, menjadi bukti bahwa seni tari terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (*)