BENGKALIS (RJ) - Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, belum berakhir. Krisis sumber air dan bara yang masih tersimpan di lapisan gambut membuat empat regu Manggala Agni harus terus melakukan pendinginan agar kebakaran tidak kembali muncul.
Memasuki hari ketujuh penanganan, personel masih bertahan di lokasi untuk memastikan seluruh bara di bawah permukaan tanah gambut benar-benar padam. Asap tipis masih berpotensi muncul dari sejumlah titik karena panas masih tersimpan di dalam lapisan gambut.
Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca yang masih kering. Sejak Senin (20/7/2026), hujan tidak mengguyur kawasan tersebut sehingga kelembapan lahan tetap rendah dan proses pendinginan menjadi lebih sulit.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena bara api dapat bertahan lama di bawah permukaan tanah.
"Pagi ini empat regu Manggala Agni masih terus melakukan penanganan di Pematang Pudu. Penanganan di lahan gambut memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran karena bara bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kemarin juga tidak terjadi hujan di lokasi sehingga upaya pendinginan harus terus dilakukan secara maksimal," ujarnya.
Menurut Ferdian, setiap titik yang diduga masih menyimpan bara diperiksa secara menyeluruh. Petugas melakukan penyiraman berulang hingga dipastikan tidak ada lagi sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Di lapangan, tim juga menghadapi kendala semakin menipisnya sumber air. Air hanya tersedia dari kanal-kanal kecil atau kanal cacing yang debitnya terus menurun akibat musim kemarau. Bahkan, petugas harus terlebih dahulu membersihkan endapan lumpur agar air dapat dipompa menuju lokasi kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas lahan yang terdampak kebakaran di Desa Pematang Pudu diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Saat ini, fokus operasi bukan lagi memadamkan kobaran api di permukaan, melainkan menghilangkan bara tersembunyi di dalam lapisan gambut agar tidak memunculkan titik api baru.
Ferdian menegaskan tim tidak akan meninggalkan lokasi sebelum seluruh area benar-benar dinyatakan aman.
"Kami tidak ingin terburu-buru menyatakan selesai. Prioritas kami memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa sehingga lokasi benar-benar aman dan tidak terjadi kebakaran ulang," tegasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan minim hujan, operasi pendinginan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga seluruh titik dipastikan bebas dari bara api. (*)