Pendidikan - Pendidikan

Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, PJJ Diperpanjang hingga Sabtu

Administrator
505 view
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.

PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik hingga Sabtu (10/10/2026). Kebijakan ini diambil setelah kondisi kualitas udara masih sangat tidak sehat dan bahkan sempat mencapai kategori berbahaya pada Rabu (7/10/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat membahas kondisi terkini kabut asap di Kota Pekanbaru di Komplek Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Rabu (7/10/2026).

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan kebijakan pembelajaran akan kembali dievaluasi setelah melihat perkembangan kondisi udara.

"Jadi PJJ ini sampai hari Sabtu dulu, nanti hari Minggu kita akan evaluasi kembali," tuturnya.

Markarius menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi hujan pada Sabtu (10/10/2026). Jika hujan turun dan berdampak pada perbaikan kualitas udara, kebijakan pembelajaran selanjutnya akan kembali dipertimbangkan.

"Tadi dari BMKG, potensi hujan itu tanggal 10. Tanggal 10 itu hari Sabtu ya. Mudah-mudahan Allah berikan hujan. Kalau potensi hujannya memang turun tanggal 10, mungkin akan ada perubahan kondisi cuaca kita, kondisi udara kita," jelas Wawako.

Keputusan memperpanjang PJJ, lanjut Markarius, mempertimbangkan informasi dan parameter kualitas udara yang disampaikan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

"Kita tentu menerima masukan dan informasi, pertama dari BMKG, kemudian DLHK. Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Dan tadi jam 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya," ulasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kabut asap telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat Pekanbaru.

Hingga saat ini, lebih dari 10.000 orang tercatat mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara. Keluhan yang muncul antara lain asma, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi hingga pneumonia.

Bahkan, pada 7 Oktober 2026, jumlah pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak asap mencapai 374 orang dalam satu hari.

"Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang ya yang terkait dengan asap ini; asma, ISPA, iritasi, pneumonia. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru memutuskan melanjutkan PJJ sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.

Dengan perpanjangan tersebut, peserta didik mulai dari PAUD hingga SMP tetap mengikuti pembelajaran dari rumah hingga Sabtu.

"Yang pertama, kita akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, lanjutannya selanjutnya sampai hari Sabtu," ungkap Markarius.

Pemko Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kondisi udara pada Minggu (11/10/2026). Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca, termasuk potensi hujan yang diprediksi BMKG. (*)

Penulis
: Administrator