PEKANBARU (RJ) - Kawasan Danau Bandar Kayangan di Pekanbaru mulai bertransformasi menjadi ruang publik terpadu berbasis lingkungan. Dengan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) seluas 150 hektare, area ini diproyeksikan menjadi pusat wisata alam sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini serius menata kawasan Danau Bandar Kayangan agar kembali hidup setelah lama terbengkalai. Pengembangan ini tidak hanya menyasar aspek wisata, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan melalui berbagai aktivitas edukatif.
Dalam rangkaian kegiatan yang digelar akhir pekan lalu, ratusan pelajar dan anggota pramuka terlibat dalam perkemahan bertema peduli lingkungan. Mereka mengikuti beragam kegiatan seperti penanaman pohon, pelepasan burung, hingga penebaran benih ikan di sekitar kawasan danau.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyebut konsep ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang tidak berhenti pada satu momentum saja.
Menurutnya, kawasan ini akan terus dikembangkan agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. "Kalau dampaknya positif, tentu kegiatan seperti ini akan terus kita lanjutkan," ujarnya.
Selain kegiatan luar ruang, peserta juga mengikuti aktivitas edukatif seperti outbound dan pemutaran film bersama yang memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap alam.
Kawasan Bumi Perkemahan Tunas Kencana yang berada di area tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan RTHB.
Dengan luas mencapai 150 hektare, kawasan ini diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendukung pembelajaran lingkungan secara langsung.
Agung menegaskan, kehadiran kawasan ini menjadi alternatif wisata alam bagi warga Pekanbaru tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah. Ia juga menilai revitalisasi kawasan ini sebagai langkah strategis menghidupkan kembali potensi wisata lokal yang sempat terabaikan.
"Sekarang masyarakat punya pilihan wisata alam di dalam kota yang bisa dinikmati bersama keluarga," katanya.
Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekanbaru, Sulastri, menambahkan bahwa kegiatan perkemahan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Anak-anak belajar langsung tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan pentingnya menjaga alam," ujarnya.
Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi pusat berbagai kegiatan, mulai dari pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga aktivitas sosial masyarakat. Pemerintah berharap, Danau Bandar Kayangan dapat berkembang menjadi ikon baru wisata alam yang ramah lingkungan di Pekanbaru. (*)