BANGKINANG (RJ) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Bangkinang Kota berlangsung khidmat dan sarat pesan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun pendidikan yang berkualitas sekaligus berkarakter.
Upacara Hardiknas digelar di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Senin (4/5/2026), dengan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pelajar dari berbagai sekolah.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengangkat tema pentingnya menyalakan semangat ilmu pengetahuan dan penguatan karakter generasi bangsa.
Tema Hardiknas tahun ini, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk mengenang perjuangan tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, sekaligus menguatkan komitmen membangun sistem pendidikan yang berkarakter.
Nilai-nilai filosofi pendidikan seperti "Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" kembali ditekankan sebagai pedoman dalam mendidik generasi masa depan.
Seiring perkembangan zaman, tantangan dunia pendidikan dinilai semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut sistem pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab.
Pesan khusus juga ditujukan kepada para pelajar agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.
"Jangan pernah lelah untuk belajar. Keberhasilan itu butuh proses, kerja keras, dan ketekunan," menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam upacara tersebut.
Selain itu, peran guru turut mendapat perhatian. Guru dinilai bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dan teladan yang membentuk kepribadian peserta didik.
Melalui peringatan ini, diharapkan sinergi seluruh pihak terus terjalin untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, berdaya saing, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
Upacara ditutup dengan semangat bersama untuk terus "menyalakan cahaya ilmu" sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik. (*)