Karhutla di Sungai Guntung, Petugas Tempuh 3 Km ke Titik Api

Administrator
503 view
PEKANBARU (RJ) - Memadamkan karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu (Inhu), bukan pekerjaan mudah. Pada hari ke-22 operasi, petugas Manggala Agni masih harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer (Km) untuk membawa peralatan menuju titik kebakaran.

Sebagian perjalanan dilakukan menggunakan sepeda motor sejauh Km. Setelah itu, petugas kembali berjalan kaki sejauh Kmuntuk mencapai lokasi penanganan.

Medan gambut, vegetasi hutan dan belukar yang padat, serta kabut asap menjadi tantangan yang harus dihadapi tim gabungan. Di bawah permukaan tanah, bara juga masih berpotensi bertahan dan kembali memicu api.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan bahwa tim masih melanjutkan operasi pemadaman dan mopping up di lokasi kebakaran pada Senin (24/8/2026).

Berdasarkan laporan penanganan fire spot Manggala Agni Daops Rengat, luas lahan yang terbakar di Sungai Guntung Hilir mencapai 471,39 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 50,2 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Luas terbakar 471,39 hektare dan luas yang sudah dipadamkan 50,2 hektare," kata Ilham dalam laporan penanganan Karhutla, Senin malam.

Kebakaran berada di kawasan tanah gambut yang berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Kondisi ini membuat pemadaman menjadi lebih sulit karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali membesar ketika menemukan bahan bakar kering.

Untuk memperkuat penanganan, Manggala Agni membagi personel ke sejumlah titik. "Tim 1 ditempatkan di bagian timur area embung 27, sementara Tim 2 bergerak di bagian timur area embung 26," jelas Ilham.

Sementara itu, tim BPBD bersama TNI melakukan penanganan di bagian utara area embung 18. Tim Polri difokuskan di bagian selatan ekor api.

Akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama. Selain harus melangsir peralatan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki, petugas juga harus menerobos vegetasi hutan serta belukar yang cukup rapat.

Situasi semakin sulit karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap.

"Kabut asap juga menyulitkan untuk membedakan sumber titik api setempat karena terhalang kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," jelasnya.

Guna mendukung operasi, Manggala Agni mengerahkan satu unit mesin Mark-3 dan dua unit mesin Mini Striker. Petugas juga membawa sejumlah selang dan perlengkapan pendukung untuk menjangkau titik-titik api.

Meski penanganan terus dilakukan, kondisi di lokasi belum sepenuhnya terkendali. Bara yang masih tersembunyi di akar pohon dan belukar, ditambah bahan bakar kering, sewaktu-waktu dapat memunculkan api kembali.

Karena itu, mopping up masih terus dilakukan dan akan dilanjutkan pada Selasa (25/8/2026).

"Tim gabungan masih berupaya memastikan bara-bara yang tersisa dapat ditemukan dan dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik api baru," ujar Ilham. (*)

Penulis
: Administrator