PEKANBARU (RJ) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Selain dinilai bermanfaat bagi peserta didik, program ini juga memberi dampak signifikan terhadap efisiensi keuangan daerah, dengan penghematan anggaran mencapai sekitar Rp45 miliar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Supriyadi, Selasa (23/6/2026)mengatakan bahwa kehadiran MBG membantu meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya pada pembiayaan konsumsi siswa di tujuh sekolah berasrama (boarding school) milik Pemprov Riau.
“Angkanya cukup signifikan, sekitar Rp45 miliar. Karena itu, sesuai arahan Plt Gubernur, kita mendukung penuh program MBG sebagai salah satu program strategis nasional,” ujar Supriyadi.
Ia menjelaskan, penghematan tersebut berasal dari pos makan dan minum di sejumlah sekolah berasrama di bawah pembinaan Pemprov Riau, seperti SMA Plus, SMA Pintar, SMA Olahraga, SMK Perikanan, SMK Pertanian, hingga sekolah kejuruan olahraga lainnya.
Dengan terintegrasinya pembiayaan konsumsi siswa ke dalam skema MBG, ruang fiskal daerah kini menjadi lebih fleksibel. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan tersebut dapat dialihkan ke berbagai program prioritas lain yang dinilai lebih mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Efisiensi ini membuat ruang fiskal kita lebih produktif. Dana yang dihemat bisa dialihkan untuk program prioritas lainnya,” jelasnya.
Selain efisiensi anggaran, Supriyadi juga menyebut pelaksanaan MBG turut memberikan dampak ekonomi di daerah. Mekanisme penyaluran dana program yang langsung ke satuan pelayanan dinilai ikut menggerakkan perputaran ekonomi lokal dan memperkuat daya dukung ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal saat ini.
Namun demikian, ia mengakui adanya penurunan pendapatan dari retribusi kantin sekolah. Meski begitu, hal tersebut telah diantisipasi dengan mencari formula penyesuaian yang lebih produktif bersama para pemangku kepentingan.
Salah satu opsi yang tengah dikembangkan adalah pelibatan kantin sekolah dalam ekosistem program MBG. Sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN), kantin sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dapur penyedia makanan bergizi.
“Sesuai arahan Kepala BGN, kantin sekolah bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dapur MBG. Ini akan kita sinergikan, sehingga kantin-kantin sekolah juga bisa ikut terlibat,” ungkapnya.
Pemprov Riau menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Harapannya, manfaat program dapat dirasakan lebih luas hingga ke masyarakat di daerah, sesuai tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)