Monyet Ekor Panjang Teror Warga Inhil, 19 Orang Diserang dalam Dua Pekan

Administrator
500 view
Dok Disdamkarmat Inhil
Monyet yang berhasil ditangkap di Inhil.

INDRAGIRI HILIR (RJ) - Teror monyet ekor panjang membuat warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diliputi rasa cemas. Dalam kurun waktu sekitar dua pekan, sebanyak 19 orang, termasuk anak-anak, menjadi korban serangan satwa liar tersebut.

Petugas gabungan pun bergerak memasang perangkap hingga berhasil menangkap seekor monyet yang diduga menjadi pelaku.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Inhil Junaidi Ismail mengatakan, serangan pertama terjadi pada 23 Juli 2026. Sejak saat itu, laporan warga yang diserang monyet terus berdatangan.

"Serangan pertama itu terjadi pada 23 Juli lalu. Sejak saat itu warga mulai resah saat melihat monyet ekor panjang ini," kata Junaidi.

Menurutnya, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) memang selama ini hidup berdampingan dengan masyarakat. Namun, baru kali ini satwa tersebut menyerang manusia secara berulang.

Yang menarik, serangan dilakukan oleh seekor monyet, bukan secara berkelompok. Hewan itu melukai korban dengan cakaran dan gigitan yang menyebabkan luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Korban tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan, ada anak berusia enam tahun yang diserang saat bermain. Beberapa warga lainnya menjadi korban ketika sedang beraktivitas, bahkan saat berada di dalam rumah.

"Korban ada anak-anak usia 6 tahun yang sedang bermain, tetapi lebih banyak orang dewasa. Diserang saat bermain atau sedang tidur, secara tiba-tiba," ungkap Junaidi.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksinasi dan pemantauan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menanggung seluruh biaya pengobatan.

"Semua korban sudah divaksin, lalu kami pantau terus secara berkala. Ada yang mengalami luka robek hingga harus dijahit, ada juga luka gigitan yang memerlukan perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Untuk menghentikan teror tersebut, Damkarmat berkoordinasi dengan Balai BKSDA Riau, Polri, dan TNI memasang perangkap di lokasi yang kerap menjadi tempat kemunculan monyet.

Upaya itu membuahkan hasil. Sekitar enam jam setelah dipasang, seekor monyet berhasil masuk perangkap yang dipancing menggunakan buah-buahan.

"Sekitar pukul 14.00 WIB ada seekor monyet masuk perangkap. Memang kita pancing pakai buah-buahan, ukurannya cukup besar," ujarnya.

Monyet tersebut kemudian dibawa Balai BKSDA Riau ke Pekanbaru untuk diidentifikasi. Petugas akan memastikan apakah satwa itu merupakan monyet yang selama ini berulang kali menyerang warga di Inhil. (*)

Penulis
: Administrator