RIAUJURNAL.COM, Kuansing - Insiden terbakarnya 1 (satu) unit mobil kijang Super di Stasiun Pengisisan Bahar Bakar Umum (SPBU) Kebun Nenas Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tadi malam sekitar pukul 22.45 WIB, murni dari korsleting mobil Kijang tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh salah seorang karyawan SPBU Kebun Nenas bernama Mentari yang menyaksikan langsung kejadian kebakaran tersebut.
Menurutnya, mobil kijang super Nopol BA 1280 KA itu terjadi korsleting sehingga membuat mobil itu terbakar.
"Mobil itu terbakar saat sudah berjalan sekitar 5 sampai 7 meter dari pompa pengisian bahan bakar. Tidak ada kesalahan dari pihak SPBU terkait insiden itu," ungkapnya, Rabu (04/01/2023) siang.
Saat ditanya tentang apakah mobil itu adalah mobil lansiran dari mafia minyak, Mentari membatah kalau itu bukanlah mobil lansiran dan menjelaskan kalau di SPBU Bebun Nenas tidak menerima mobil yang kapasatis tengkinya di luar standar tengki mobil yang mengisi.
"Sejauh ini, kami petugas SPBU Kebun Nenas tidak pernah mengisi mobil kapasitas tengkinya di luar standar tengki mobil tersebut. Kalaupun kami dari pihak SPBU Kebun Nenas dituduhkan seperti itu, itu tidaklah benar," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga bernama Wardi yang juga menyaksikan kejadian kebakaran itu.
"Terbakarnya sudah jauh dari pompa, besar kemungkinan mobil itu konslet," ungkapnya.