BANGKINANG KOTA (RJ) - Memasuki pekan kedua penerapan Work From Home (WFH), Bupati Kampar Ahmad Yuzar turun langsung memantau kinerja sejumlah OPD. Uniknya, monitoring dilakukan dengan bersepeda sebagai simbol efisiensi dan gaya kerja ramah lingkungan.
Monitoring yang berlangsung, Jumat (17/4/2026), guna memastikan pelaksanaan WFH tetap berjalan optimal. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri.
Didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Ardi Mardiansyah dan sejumlah pejabat lainnya, Bupati meninjau langsung berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, hingga puskesmas dan kantor kecamatan.
Menariknya, monitoring dilakukan menggunakan sepeda dan sepeda motor. Selain sebagai bentuk efisiensi anggaran, langkah ini juga mendorong pola kerja yang lebih hemat energi, sehat, dan ramah lingkungan.
Bupati menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik.
"Kita ingin memastikan meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan tetap optimal. Ini harus menjadi momentum peningkatan kinerja," ujarnya.
Ahmad juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan oleh pimpinan OPD agar pelaksanaan WFH tetap disiplin dan produktif.
Sementara itu, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menyebutkan bahwa monitoring ini bertujuan melihat kesiapan OPD dalam menyesuaikan pola kerja baru sekaligus memastikan efisiensi anggaran berjalan seiring peningkatan kinerja.
Dari hasil pemantauan, pelaksanaan WFH di sejumlah OPD dinilai berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap sesuai standar.
Pemkab Kampar pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan ini agar tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. (*)