RIAUJURNAL.COM, Rohil - Heboh penemuan seorang pria yang sudah tewas dalam keadaan gantung diri tepatnya di Dusun Palam Agung, RT 006, RW 003, Kep. Balam Jaya, Kec. Balai Jaya, Kab. Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (27/02) sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan informasi dari Mapolsek Bagan Sinembah, diketahui bahwa korban bernama Eka Kristia Gulo (30) warga Dusun IV, KM15, RT 002, RW 003, Dusun Kencana, Kep.Sukajdi, Kec. Pujud, Kab. Rohil adalah merupakan tenaga pendidik (Guru) di Yayasan SMP Bina Siswa.
Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Indra Lukman Prabowo SH SIK saat dihubungi mengatakan bahwa penemuan korban tewas gantung diri tersebut bermula saat saksi atas nama Tulus Sujarwo (25) membersihkan ruang sekolah SMP Bina Siswa yang kemudian berlanjut ingin membuang sampah di samping SMP Bina Siswa.
Pada saat itu Tulus terkejut melihat korban sudah tergantung dengan tali kabel komputer warna hitam di tiang.
Selanjutnya Tulus memanggil saksi lainnya yaitu Mulkan Azhar (53) dan memberitahukan bahwa Korban sudah gantung diri yang kemudian Tulus dan Mulkan beserta warga setempat mendatangi samping sekolah SMP Bina Siswa dan ternyata benar korban telah tewas dalam keadaan gantung diri.
Tulus dan Mulkan pun langsung melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas berselang kemudian Unit Reskrim Polsek Bagan Sinembah datang untuk melakukan cek dan olah TKP.
Dipaparkan Indra lagi, sekira pukul 07.30 Wib, pihak Puskesmas Balai Jaya datang ke TKP dan langsung melakukan Visum et Refertum (VeR) di TKP guna mengetahui apakah di tubuh korban terdapat tanda-tanda kekerasan.
"Berdasarkan dari keterangan pihak Puskesmas Balai Jaya dengan hasil Visum, ditemukan luka memar pada leher korban diduga akibat ikatan tali kabel komputer warna hitam, lidah tergigit, kemaluan korban mengeluarkan air seni. Kemudian hasil pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan luka atau tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban," papar Indra.
Sedangkan pihak keluarga menolak saat pihak kepolisian akan melakukan otopsi terhadap korban Eka Kristia Gulo (30).
"Ya, karena pihak keluarga menolak untuk dilakukannya otopsi terhadap korban, maka pihak keluarga pun membuat surat pernyataan penolakan. Jenazah pun langsung kita serahkan kepada pihak keluarga," tutup Kapolsek Bagan Sinembah.(rls)