Advertorial - Advertorial

Menuju Pelalawan Terang 100 Persen, Listrik 24 Jam Hadir di Pulau Mendol

Administrator
542 view
PELALAWAN (RJ) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus mempercepat langkah menuju rasio elektrifikasi 100 persen melalui program Pelalawan Terang. Salah satu proyek strategis yang kini dikebut adalah pembangunan jaringan kabel bawah laut dari Sokoi ke Pulau Mendol, yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Pelalawan dan PLN untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kepulauan, dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.

Upaya peningkatan elektrifikasi dilakukan melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) serta perluasan jaringan distribusi PLN hingga ke dusun-dusun terpencil.

Salah satu proyek unggulan adalah penggelaran Saluran Kabel Listrik Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang sekitar 3 kilometer dari Sokoi menuju Pulau Mendol. Proyek ini diproyeksikan melayani sekitar 2.200 pelanggan dan menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan listrik di wilayah tersebut.


Dari Listrik Terbatas ke Layanan 24 Jam

Kondisi kelistrikan di Kecamatan Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, sebelumnya sangat memprihatinkan. Masyarakat hanya menikmati listrik sekitar 12 jam per hari.

Bahkan, saat mesin pembangkit mengalami gangguan, pemadaman bergilir kerap terjadi. Dalam kondisi terburuk, warga hanya mendapatkan aliran listrik selama empat jam sehari.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan pembangunan jaringan kabel bawah laut ke pemerintah pusat. Setelah melalui proses panjang, proyek ini akhirnya mendapat persetujuan dan mulai dilelang pada November 2023, sebelum pekerjaan fisik dimulai pada awal Januari 2024.


Dukungan Penuh dan Progres Capai 50 Persen

Bupati Pelalawan, H. Zukri, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek pembangunan kabel bawah laut tersebut. Ia menilai kehadiran listrik 24 jam akan memberikan dampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap pembangunan ini segera tuntas karena manfaatnya sangat besar. Pulau Mendol punya potensi luar biasa, mulai dari sektor pangan hingga perkebunan kelapa. Dengan listrik stabil, semua potensi itu bisa dioptimalkan," ujarnya.

Zukri juga menyebutkan bahwa dari hasil kajian awal, proyek ini memiliki dampak ekologis yang relatif kecil terhadap lingkungan laut.

Pada Senin (6/4/2026), Bupati kembali melakukan audiensi dengan PLN guna mempercepat penyelesaian proyek. Dalam pertemuan tersebut, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, mengungkapkan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen.

"Saat ini progres pemasangan kabel bawah laut sudah 50 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026," jelasnya.

Hal senada disampaikan Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting. Ia menyebutkan bahwa meski menghadapi tantangan berupa arus bawah laut yang cukup deras, pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana.

Selain itu, seluruh tiang jaringan di darat telah siap. Setelah pemasangan kabel selesai, proyek akan dilanjutkan dengan proses Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk memastikan instalasi aman dan siap digunakan.


Harapan Baru bagi Masyarakat Kepulauan

Dengan progres yang telah mencapai setengah jalan, masyarakat Pulau Mendol kini memiliki harapan besar untuk segera menikmati listrik tanpa henti.

Bupati Zukri pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran proyek ini.

"Kita ingin masyarakat tidak lagi menikmati listrik terbatas. Ini bagian dari ikhtiar agar seluruh warga bisa merasakan listrik penuh dan berkelanjutan," ungkapnya.

Keberadaan listrik 24 jam diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang baru bagi masyarakat di wilayah kepulauan. (Adv)

Penulis
: Administrator