PEKANBARU (RJ) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menerbitkan panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui panduan tersebut, seluruh sekolah diminta menyelenggarakan MPLS yang aman, ramah anak, bebas perpeloncoan, serta melibatkan orang tua dalam mendampingi proses adaptasi siswa baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru Syafrian Tommy mengatakan, MPLS akan berlangsung selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, sekolah negeri dan swasta, hingga satuan pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM.
"Pelaksanaan MPLS dijadwalkan berlangsung selama lima hari pada minggu pertama masuk sekolah," kata Syafrian Tommy.
Menurutnya, MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik di lingkungan sekolah baru. Karena itu, seluruh kegiatan diarahkan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan, mengenal warga sekolah, memahami kurikulum, serta menumbuhkan karakter positif sejak hari pertama.
Disdik Pekanbaru juga menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk perpeloncoan, perundungan, kekerasan, pungutan liar, maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif. Seluruh rangkaian kegiatan wajib berada di bawah pengawasan guru.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini juga mengintegrasikan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Materi yang diberikan meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, serta budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
Sementara itu, program Green City akan diwujudkan melalui pembiasaan memilah sampah serta gerakan satu siswa menanam satu polybag tanaman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan berkelanjutan.
Disdik juga mengajak orang tua berperan aktif selama masa transisi anak memasuki sekolah. Orang tua diharapkan membangun komunikasi dengan pihak sekolah, mengantar anak pada hari pertama melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta memberikan dukungan agar anak lebih percaya diri menjalani lingkungan belajar yang baru.
"Kita ingin anak-anak melangkah ke sekolah dengan senyuman dan rasa ingin tahu yang tinggi. Mari sekolah, orang tua, dan masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas dari kekerasan, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan," ujar Syafrian.
Untuk memastikan panduan tersebut diterapkan, Disdik Pekanbaru akan melakukan pengawasan secara berjenjang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi setelah MPLS selesai.
Melalui pengawasan tersebut, Disdik berharap seluruh siswa baru di Kota Pekanbaru dapat menjalani masa pengenalan sekolah dengan aman, nyaman, dan menyenangkan sebagai langkah awal memasuki tahun ajaran baru. (*)