PEKANBARU (RJ) - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Partai Demokrat, Aidil Amri, S.Sos., kembali turun ke daerah pemilihannya untuk menjemput aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses masa sidang. Salah satu titik reses digelar di halaman Kantor Camat Rumbai, Jumat (17/7/2026) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Rumbai dan turut didampingi Camat Rumbai. Suasana berlangsung hangat dengan dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, persoalan kesehatan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Masyarakat mengeluhkan masih adanya kendala dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama terkait kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan akses berobat bagi warga yang membutuhkan.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan dalam pengurusan maupun aktivasi KIS, sehingga masyarakat kurang mampu dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala administrasi.
Menanggapi hal tersebut, Aidil Amri mengatakan bahwa sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Persoalan kesehatan selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini, khususnya terkait Kartu Indonesia Sehat dan pelayanan kesehatan, akan kami tindak lanjuti dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan haknya untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ujar Aidil.
Menurutnya, kegiatan reses menjadi wadah bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga solusi yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Aidil juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, dan DPRD Kota Pekanbaru dapat terus terjalin dengan baik agar setiap aspirasi dapat dikawal hingga terealisasi.
“Setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan kami inventarisasi dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. Kami ingin pembangunan, termasuk pelayanan kesehatan, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (*)