Bripka Faisal pun berupaya mengejar mobil Avanza yang menyerempetnya itu tetapi tiba-tiba muncul Chevrolet Spin warna abu-abu yang memberhentikannya di depan Hotel Novotel di jalan tersebut. Dari mobil Chevrolet itu lantas keluar 4 orang anggota FPI yang dideskripsikan sebagai berikut:
- Seorang laki-laki menggunakan jaket warna biru membawa pedang gagang biru atau samurai;
- Seorang laki-laki menggunakan jaket warna hitam membawa pedang gagang cokelat;
- Seorang laki-laki menggunakan jaket warna hitam membawa tongkat runcing; dan
- Seorang laki-laki menggunakan kaus putih membawa celurit gagang warna cokelat.
"Selanjutnya laki-laki yang menggunakan jaket warna biru membawa pedang gagang warna biru atau samurai melakukan penyerangan ke mobil yang dikemudikan saksi Bripka Faisal Khasbi Aleya dengan cara mengayunkan pedang gagang warna biru tersebut dan membacok kap mesin mobil kemudian melanjutkan amarahnya dengan menghujamkan pedangnya sekali lagi ke arah kaca depan mobil secara membabi buta," ucap jaksa.
Bripka Faisal lalu menurunkan kaca mobilnya dan mengeluarkan senjata sembari memberikan tembakan peringatan ke arah udara sebanyak 1 kali serta berteriak, 'Polisi, jangan bergerak!'. Mendengar peringatan itu, 4 orang anggota FPI berlari ke arah mobil Chevrolet.
Namun muncul lagi 2 orang dari mobil Chevrolet yaitu seorang berjaket hijau dan seorang berbaju lengan panjang warna merah. Keduanya disebut jaksa menodongkan senjata api ke arah mobil Bripka Faisal.
"Secara refleks Bripka Faisal bersama teman-temannya yang ada di mobil menunduk sambil berlindung setelah mendengar ada letusan sebanyak 3 kali yang mengakibatkan lubang pada pada kaca bagian depan," ucap jaksa.
Setelahnya 2 anggota FPI itu hendak melarikan diri tapi Bripka Faisal membalas tembakan tersebut. Tembakan Bripka Faisal itu mengenai 2 anggota FPI itu yang belakangan diketahui bernama Faiz Akhmad Syukur di lengan kiri sisi dalam dan lengan bawah kiri sisi belakang serta Andi Oktiawan pada punggung sisi kiri.
3. Kejar-kejaran
Para anggota FPI itu lalu melarikan diri mengendarai Chevrolet Spin yang kemudian dikejar para polisi. Kejar-kejaran terjadi hingga Bundaran Badami di Jalan Interchange Kabupaten Karawang.
Di satu titik Bripka Faisal berhasil menyejajarkan mobilnya dengan Chevrolet Spin itu dari arah kiri. Namun salah seorang anggota FPI membuka kaca dan menodongkan senjata api.
"Bripka Faisal melakukan perlawanan dengan cara menembak menggunakan senjata api miliknya beberapa kali ke anggota FPI yang menodongkan senjata api tersebut, kemudian saksi Bripka Faisal menembak lagi ke arah ban mobil sebelah kiri depan sebanyak 1 kali yang mengakibatkan ban mobil anggota FPI tersebut kempes," ucap jaksa.
Ipda Elwira (almarhum) yang duduk di kursi penumpang turut melepaskan tembakan ke arah mobil anggota FPI itu. Namun Chevrolet Spin yang dikendarai para anggota FPI itu terus melaju.
Kejar-kejaran pun kembali terjadi hingga Bripka Faisal menyalip Chevrolet Spin itu dari sisi kanan. Di saat itu Ipda Yusmin berupaya melepaskan tembakan tetapi senjatanya macet sehingga mengambil senjata milik Bripka Faisal yang tengah mengemudi.
"Senjata api merek Sig Sauer 58A153912 kaliber 9 mm miliknya macet dan tidak keluar pelurunya sehingga terdakwa (Ipda Yusmin) seketika langsung mengambil senjata api milik saksi Bripka Faisal yang diletakkan di antara celah paha Bripka Faisal," kata jaksa.
Ipda Yusmin pun menembak ke arah Chevrolet Spin itu beberapa kali diikuti pula Briptu Fikri. Jaksa menyebut penembakan yang dilakukan 2 polisi itu dilakukan dari jarak kurang lebih 1 meter.
4. Mobil Laskar FPI Tabrak Pembatas Jalan
Chevrolet Spin yang dikendarai para anggota FPI sempat hilang dari kejaran para polisi setelah memasuki pintu tol Karawang Barat ke arah Karawang Timur. Namun saat di Rest Area Km 50 Chevrolet Spin itu menabrak pembatas jalan serta mobil yang terparkir hingga mengeluarkan asap.