Aksi premanisme macam Dadang 'Buaya' tak hanya menyasar para pedagang, pemilik penginapan dan warga wilayah Garut selatan. Mereka juga menghantui wisatawan dan para sopir angkutan barang.
Selain warga lokal, aksi premanisme di wilayah Garut juga dirasakan oleh wisatawan dari luar daerah. Salah satunya dialami Mochammad Chandra (21). Chandra mengaku pernah mengalami dua aksi premanisme saat berada di Garut.
"Pertama, saya pernah wisata sama keluarga ke Cipanas. Di sana pengalaman yang tidak menyenangkan itu ada oknum warga yang mencuci mobil tanpa diminta. Setelah itu kita harus bayar dengan uang yang lumayan besar kalau ukuran cuci mobil," tutur Chandra.
"Menurut saya itu aksi premanisme karena pas kita menolak kasih, dia marah-marah juga," dia menambahkan.
Chandra juga sempat mengalami pemalakan saat hendak hiking di Gunung Guntur. Kejadian itu berlangsung tahun 2018.
"Kalau itu dipalak, dimintai uang Rp 10 ribu," kata Chandra.
Source: detik.com