RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Diduga melakukan penembakan sebanyak tiga kali di sekitar Jalan Kuantan Kota Pekanbaru, seorang Oknum Polisi Sumbar diamankan Propam untuk dilakukan pemeriksaan.
Akibat penembakan yang diduga membabi buta tersebut seorang perempuan menjadi korban dengan luka di bagian pelipisnya.
Tembakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada mobil transportasi online yang ditumpangi oleh wanita tersebut karena dua kali penembakan ditujukan kepada mobil dimaksud.
Informasi yang didapat saat peristiwa terjadi, Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari.
Oknum Polisi tersebut terakhir diketahui inisial AP (25) dengan pangkat Bripda yang diduga merupakan anggota Polres Padang Panjang Sumbar.
Dari Informasi yang diterima saat kejadian, peristiwa itu terjadi saat AP melakukan pemesanan open BO melalui aplikasi michat saat menginap di hotel Jalan Kuantan.
Setelah dilakukan pemesanan akhirnya datang dua orang wanita KO (32) dan RO.
Kemudian keduanya meminta izin untuk keluar terlebih dahulu membeli pengaman dan langsung keluar serta turun ke basement hotel.
Takut ditipu, AP kemudian mengikuti kedua wanita tersebut dan mengatakan bahwa dirinya akan menemani untuk membeli alat pengaman tersebut.
Namun KO lari menuju satu unit mobil Suzuki X-Over Nopol BM 1629 JH.
AP kemudian langsung mengejar dengan mengeluarkan senpi dan melepaskan tembakan ke atas kemudian dua kali ke arah mobil yang diduga merupakan transportasi online.
Pada akhirnya mobil berhenti dan didapat KO terluka pada bagian pelipis kiri. Namun setelah dibawa ke rumah sakit, KO masih dalam keadaan sadar.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto saat dihubungi, meminta waktu untuk mencari kebenaran dan kemudian menghubungi kembali agar media melakukan konfirmasi ke Polresta Pekanbaru.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min saat dihubungi belum menjawab panggilan melalui selulernya.
Salah seorang manager Hotel, Dwi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
"Benar, tapi saya tidak tahu bagaimana kejadian sebenarnya", kata Dwi.
Informasi hingga berita ini diturunkan AP masih dalam pemeriksaan Propam termasuk saksi saksi di tempat kejadian perkara.(rls)