PEKANBARU (RJ) - Sebanyak 29.821 pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjadi sasaran program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini digelar Dinas Kesehatan (Diskes) Riau sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau sekaligus mempercepat pencapaian target nasional pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Kegiatan CKG bagi pegawai Pemprov Riau dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 23 Juli 2026. Pemeriksaan ini menyasar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli mengatakan, pelaksanaan CKG bagi pegawai Pemprov Riau menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
"CKG bagi PNS Pemprov Riau dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Riau sudah kita mulai sejak 13 Juli hingga 23 Juli 2026. Saat ini sudah lima OPD yang dilakukan CKG," katanya, Rabu (15/7/2026).
Zulkifli menjelaskan, pelaksanaan hari pertama dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. Selanjutnya pemeriksaan dilanjutkan pada sejumlah OPD lainnya, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau.
Secara keseluruhan, terdapat 29.821 pegawai yang menjadi sasaran CKG. Jumlah tersebut terdiri dari 12.286 pegawai laki-laki dan 17.535 pegawai perempuan.
Zulkifli menyebutkan, kegiatan ini tidak hanya menyasar pegawai Pemprov Riau, tetapi juga akan dilaksanakan secara serentak oleh pemerintah kabupaten/kota se-Riau serta melibatkan 88 perguruan tinggi yang ada di Provinsi Riau.
"CKG PNS Pemprov Riau juga nanti akan diikuti secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau serta perguruan tinggi," ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan CKG merupakan bagian dari optimalisasi program prioritas nasional di bidang kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini, terutama dalam mencegah risiko penyakit yang lebih serius.
Ia mengatakan, percepatan pelaksanaan program CKG perlu dilakukan secara masif dengan memperluas sasaran, termasuk kelompok usia produktif seperti aparatur pemerintah dan civitas akademika.
"Mengingat pentingnya kegiatan deteksi dini penyakit ini, kami memandang perlu dukungan seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi se-Provinsi Riau, dalam menyukseskan program CKG," tutup Zulkifli.
Hingga triwulan I tahun 2026, capaian CKG di Provinsi Riau baru mencapai 18,5 persen. Melalui berbagai percepatan yang dilakukan, pemerintah menargetkan capaian tersebut terus meningkat agar sejalan dengan target nasional sebesar 46 persen. (*)