Harga Ayam Naik, Karhutla Mengintai, Pemko Pekanbaru Siapkan Langkah

Administrator
502 view
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

PEKANBARU (RJ) - Harga daging ayam potong yang naik di pasaran hingga potensi kebakaran lahan menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru. Dua persoalan tersebut dibahas Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat di Aula Baterai B, Yonarhanud 13/PBY, Jalan Imam Munandar, Rabu (19/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemko Pekanbaru membahas sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan penanganan dan kesiapsiagaan lintas sektor. Selain harga pangan dan kebakaran lahan, pemerintah juga membicarakan perkembangan pengelolaan ratusan toko di kawasan Sukaramai Trade Center (STC).

Untuk persoalan harga ayam, Pemko Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke lapangan. Tim menelusuri mata rantai distribusi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga hingga ke tingkat pedagang.

Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah tidak hanya melihat kenaikan harga di pasaran, tetapi mengetahui penyebabnya dari hulu hingga hilir sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat.

Sementara untuk mengantisipasi kebakaran lahan, Agung meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini menjadi kunci agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

“Jangan sampai menunggu api besar, maka diperlukan deteksi dini,” tegas Agung.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan sejumlah posko di wilayah yang dinilai rawan. Posko tersebut dilengkapi mobil pemadam kebakaran dan petugas yang disiagakan untuk bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.

“Kemudian kita juga membahas terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan,” kata Agung.

Persoalan lain yang turut dibahas adalah keberadaan ratusan kantor dan toko di kawasan Sukaramai Trade Center.

Saat ini, sebanyak 133 bangunan toko di kawasan tersebut telah menjadi aset Pemko Pekanbaru. Pemerintah kota selanjutnya mencari formula agar aset tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pedagang.

“Pemko berupaya memberikan keringanan atau kemudahan bagi pedagang yang akan berjualan di sana,” jelasnya.

Rapat Forkopimda tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat, mulai dari menjaga stabilitas harga pangan, mengantisipasi kebakaran lahan, hingga mengoptimalkan aset daerah. (*)

Penulis
: Administrator