Kesehatan - Kesehatan

Tekan Penyebaran HIV, Pekanbaru Buka Layanan Tes dan Pengobatan Gratis di 21 Puskesmas

Administrator
502 view

PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperluas akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan HIV/AIDS. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), layanan tes, pengobatan, dan pendampingan kini tersedia secara gratis di 21 Puskesmas di Kota Pekanbaru.

Layanan tersebut diberikan melalui program Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai bagian dari upaya mendeteksi kasus lebih dini, mencegah penularan, sekaligus memastikan warga yang terdiagnosis HIV mendapatkan pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Sekretaris Dinkes Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut dapat langsung mengaksesnya di puskesmas.

“Jadi mereka, pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Selain 21 Puskesmas, layanan pemeriksaan juga tersedia di 29 rumah sakit, empat lapas, satu rutan, klinik, BKK, serta sejumlah fasilitas layanan lainnya. Terdapat pula 31 layanan PDP, 31 layanan rujukan VL, dan 10 layanan PeRP.

Untuk pengobatan, fasilitas kesehatan yang tersedia mencakup puskesmas dan rumah sakit. Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru juga terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa.

Dedy mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia. Deteksi lebih awal dinilai penting agar jika ditemukan hasil positif, pengobatan dan pendampingan dapat segera dilakukan.

“Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,” ujarnya.

Pendampingan juga melibatkan kelompok masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap penanggulangan AIDS dan bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, pendamping dapat membantu masyarakat dalam melakukan pemeriksaan secara sukarela, termasuk mendorong pasangan untuk menjalani tes agar potensi penularan dapat diketahui dan ditangani lebih dini.

Upaya pencegahan juga akan melibatkan tokoh agama. Para pendakwah dan penceramah akan didorong memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS serta pemahaman keagamaan terkait perilaku yang berisiko menimbulkan penularan melalui kegiatan di tengah masyarakat, termasuk di masjid.

KPA Pekanbaru berharap upaya penanggulangan HIV/AIDS mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga kader posyandu.

Dengan semakin luasnya akses pemeriksaan dan pengobatan, Pemko Pekanbaru mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Deteksi dan penanganan lebih awal menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan serta menjaga kualitas hidup masyarakat. (*)

Penulis
: Administrator