Jelang Musim Hujan, Tim Lestari Pekanbaru Bersihkan Drainase Rawan Banjir

Administrator
507 view

PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memperkuat upaya pencegahan banjir menjelang musim hujan. Tim Lestari diarahkan memprioritaskan pembersihan drainase di kawasan rawan genangan, menyusul prakiraan peningkatan curah hujan dalam dua pekan ke depan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, sejumlah wilayah di Pekanbaru berpotensi mengalami banjir dan genangan saat hujan deras. Karena itu, pembersihan saluran air perlu dilakukan lebih awal agar aliran air tetap lancar ketika curah hujan meningkat.

Hal tersebut disampaikan Markarius seusai rapat evaluasi kinerja Tim Lestari bersama para camat dan lurah di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan di Pekanbaru diperkirakan mulai meningkat dalam dua pekan ke depan. Musim hujan juga diprediksi berlangsung hingga Februari mendatang.

"Karena ada potensi banjir dan genangan di beberapa lokasi, dari sekarang Tim Lestari itu kami arahkan membersihkan saluran di daerah yang rawan banjir," ujar Markarius.

Sebelumnya, personel Tim Lestari melakukan pekerjaan kebersihan di berbagai lokasi di setiap kecamatan. Namun, menjelang musim hujan, pengerahan personel akan lebih difokuskan pada saluran drainase di kawasan yang kerap dilanda banjir dan genangan.

Saluran yang bermasalah akan dibersihkan dan dirapikan agar air dapat mengalir lebih lancar. Jika penanganan membutuhkan alat berat, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta camat untuk mengerahkan peralatan ke lokasi.

"Kalau membutuhkan alat berat, nanti kami koordinasikan dengan Dinas PUPR dan para camat. Supaya, alat berat bisa diturunkan untuk membersihkan parit dan saluran," sebut Markarius.

Selain membersihkan drainase, Pemko Pekanbaru juga mengantisipasi risiko pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta memeriksa pohon-pohon yang dilaporkan warga dalam kondisi miring, mati, atau berpotensi membahayakan.

Markarius menegaskan, tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh akan tetap dipertahankan.

"Tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap akan kami pertahankan," ucapnya.

Sebaliknya, pohon yang sudah mati dan berisiko tumbang harus segera ditangani untuk mencegah kejadian yang membahayakan masyarakat saat hujan deras dan angin kencang.

"Ini kerja-kerja yang proaktif yang perlu kami lakukan sekarang," tegas Markarius. (*)

Penulis
: Administrator