
"Masih ada 2 orang diduga pelaku yang masih buron, dimana diduga pelaku berinisial J yang masih buron itu berperan membiayai aksi teror ini, kemudian seorang lagi berinisial B, berperan membantu untuk melakukan teror, yang mana tujuannya mereka melempar potongan kepala anjing dan menyiram bensin itu, agar para targetnya merasa ketakukan terhadap mereka, dan mereka bisa tetap eksis di property LAM Pekanbaru,” ungkap Kapolda Riau Irjen Agung.
"Aksi teror semacam ini cara kriminal yang harus diberantas, karena aksi teror seperti ini dalam kehidupan kita sesuatu yang tidak beradat, tidak beradat dari saluran komunikasi yang begitu terbuka, yang saat ini bisa digunakan bila ada masalah."
"Cara-cara ini adalah cara kriminal, tentu kami sebagai aparatur yang bertugas untuk menegakkan hukum ingin melindungi masyarakat Pekanbaru dari aksi teror seperti ini, dan menghentikan aksi aksi serupa, dan harus digarisbawahi setiap kegiatan aksi teror adalah prioritas bagi Polda Riau untuk mengungkapnya,” tegas Irjen Pol Agung Setya.(rls)