PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan. Dari target 60 kilometer (Km) jalan mulus beraspal hingga akhir 2026, sebanyak 32 km telah rampung. Artinya, masih ada 28 km yang harus diselesaikan dalam sisa waktu tahun ini.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, meminta seluruh jajaran terkait memaksimalkan pengerjaan agar target tersebut tercapai. Namun, ia menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas, terutama agar jalan yang baru selesai diaspal tidak cepat rusak.
Target 60 km tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Pekanbaru mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
"Sekarang sudah 32 km. Insya Allah kita targetkan 60 km selesai. Doakan agar lancar dan bisa selesai dengan maksimal," kata Agung.
Ia menegaskan, setiap pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan harus mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari panjang jalan yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari kualitas dan daya tahannya.
Ia tidak ingin jalan yang baru diaspal justru kembali rusak dalam waktu singkat akibat pekerjaan yang tidak sesuai standar.
"Jangan sampai pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Apalagi, jalan yang baru dikerjakan sudah rusak. Ini harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Untuk mencegah hal tersebut, Agung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperketat pengawasan terhadap seluruh pekerjaan jalan. Pengawasan harus dilakukan sejak proses pengerjaan hingga proyek selesai agar hasilnya sesuai standar yang ditetapkan.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan tidak bekerja setengah hati. Sebab, pembangunan infrastruktur merupakan bentuk pelayanan pemerintah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Perbaikan dan pembangunan jalan ini merupakan bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat. Jadi saya pesan kepada seluruh jajaran, jangan ada yang kerja tanggung. Harus maksimal," pesannya.
Selain meminta pengawasan dari jajaran pemerintah, Agung mengajak masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun maupun diperbaiki. Ia juga meminta masyarakat bersama-sama mengawasi tonase kendaraan yang melintas agar beban berlebih tidak menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.
Bagi warga yang jalannya belum tersentuh pembangunan atau perbaikan, Agung memastikan aspirasi yang disampaikan, baik melalui media sosial maupun secara langsung, telah dihimpun dan masuk dalam daftar usulan pemerintah.
Ia meminta masyarakat bersabar karena pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
"Seluruh aspirasi warga sudah kami list. Jadi tinggal menunggu waktu saja. Semua akan dikerjakan," ucap Wali Kota. (*)