Pengamat Komunikasi Politik Yakini Muflihun-Ade Hartati Berpeluang Menang Pilwako 2024, Ini Alasannya

Administrator
763 view
Pengamat Komunikasi Politik, Dr. Aidil Haris

Pekanbaru (RJ) - Dari 5 Pasangan Calon (Paslon) yang menjadi kontestan Pilkada Kota Pekanbaru tahun 2024, hanya ada 3 yang memiliki kekuatan besar dan bisa diperhitungkan. Hal ini diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik, Dr. Aidil Haris.

Ketiga Paslon tersebut, kata Aidil, yakni Paslon nomor urut 1, Muflihun - Ade Hartati Rahmat, Paslon Nomor urut 5 Agung Nugroho - Markarius Nawar serta Paslon Nomor urut 3 Ida Yulita Susanti - Kharisman Risanda.

"Memang beda-beda potensi dan kekuatan yang dimiliki. Kalau Muflihun, selain Ade Hartati punya basis, Muflihun atau uun itu punya simpatisan yang sangat militan sekali yang tidak bisa terpengaruh dengan isu apapun dengan berbagai isu serangan luar biasa yang menerpa uun akhir-akhir ini, justru ini membuat kekuatan menjadi bertambah," kata Aidil, Sabtu (12/10/2024).

Dia menjelaskan, kondisi simpatisan solid itu sudah jauh terbangun ketika Muflihun menjadi Pj Walikota Pekanbaru 2 tahun. Dan masyarakat Kota Pekanbaru saat ini melihat uun, lebih banyak action daripada ngomong.

"Itu dibuktikan dia langsung lewat aksi program nyata di dukung pula oleh basis Ade Hartati yang kuat dan konsiten sampai saat ini.

Sehingga ketika kedua nya berpasangan dan bersinergi maju di Pilwako Pekanbaru 2024 ini jadi kekuatan yang menurut saya punya potensi besar untuk menang," cetusnya.

Kondisi justru berbeda dengan kekuatan yang dimiliki oleh Paslon nomor urut 5, Agung Nugroho dan Markarius Anwar. Justru sekarang ini, dirinya melihat pasangan Agung Markarius, yang nampak bergerak hanya PKS.

"Meskipun mesin PKS bergerak, tapi saya lihat gerak dibawah itu atau mesinnya itu tidak bergerak secara optimal. Kader Partai Demokrat justru tidak terlihat gerakannya, hanya mengandalkan Agung Nugroho saja. Tidak ada mesin partai disini. Dan ini saya lihat agak riskan," ungkapnya.

Dari kacamata akademisi ini, dia justru melihat pasangan Agung dan Markarius, mesin nya hanya bergerak secara parsial. Jika kondisi ini terus terjadi, besar kemungkinan Agung Nugroho bisa disalip oleh Muflihun. "Itu yang mesti jadi perhatian bagi PKS dan Demokrat," terangnya.

PKS kata dia, secara militansi sudah all out. Sayangnya, grassroots tidak begitu melihat total untuk mendompleng Agung dan markarius saat ini.

"Yang kita khawatirkan ada gap gap di Demokrat atau PKS itu sendiri dalam men-support pasangan-nya atau seperti apa saya kurang tahu. Tapi belum begitu kompak. Yang bergerak Agung-nya bukan Demokrat. Kalau Markarius masih mending ada PKS hanya belum total gerak mesin nya di grassroots," tegasnya.

Aidil melihat massa Muflihun ini justru militan bergerak terus dalam dia. Pergerakan ini justru tidak tampak tapi terus bekerja di support dengan Basis kuat Ade Hartati.

"Ini nilai plus nya, jadi ketika ada lembaga survey sebut Agung Unggul ini bisa saja berubah dengan segala situasi dan kondisi kekuatan di lapangan. Bisa jadi kalau saat ini situasi berubah dan membuat Muflihun menang tipis dari Agung Nugroho. Begitu juga sebaliknya," urainya.

Dia menggarisbawahi, kelebihan Muflihun dari Agung, Muflihun punya simpatisan yang sangat militan. "Mungkin karena uun ini realistis dan sosok uun ini punya daya nilai jual yang sangat tinggi dan familiar dengan masyarakat," paparnya.

Terkahir, Ida Kharisman. Aidil melihat paslon dengan jargon Idaman ini justru berat sebelah. Yang punya potensi basis hanya Ida,. Sehingga sulit bagi Ida untuk mengungguli 2 pasangan calon (Muflihun Ade Hartati serta Agung Markarius).

"Dan ida kelemahan ada di pasangan yang tidak memiliki basis. Popularitas terbatas apalagi elektabilitas. Beda dengan Ida. Ida elektabilitas cukup bagus, hanya saja kalau mengandalkan basis ida, sulit untuk ida untuk menang," tutupnya. (*)

Penulis
: Eza
Editor
: Hendrik
Tag: