RIAUJURNAL.COM, Kuansing - Proyek pengerjaan jalan lintas Teluk Kuantan-Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik yang minim rambu peringatan telah memakan korban. Dalam dua hari terakhir sudah ada 8 korban yang celaka di proyek tersebut.
Pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuantan Singingi (Kuansing) pun menyesalkan minimnya rambu-rambu peringatan di areal pengerjaan proyek tersebut hingga membuat jatuhnya korban. Bahkan, Kasat Lantas AKP Akhmad Rivandi SIK juga menyebut akan menemui pihak pekerja proyek terkait permasalahan ini.
''Betul, harusnya pihak pekerja memberi peringatan berupa pemberitahuan bahwa ada pengerjaan jalan. Nanti dari pihak Satlantas juga akan berkoordinasi dengan pihak pekerja agar memberikan papan peringatan atau pemberitahuan di setiap penggal jalan yang dikerjakan,''ujar AKP Rivandi.
Untuk diketahui, Proyek pengerjaan jalan raya lintas Teluk Kuantan-Lubuk Jambi tepatnya di Desa Sitorajo Kari Kecamatan Kuantan Tengah, terus makan korban. Terakhir pada hari Kamis (01/09/2022) kemarin setidaknya ada tiga pengendara motor yang melintasi jalan tersebut celaka sehingga para pengendara tersebut mengeluarkan darah di kepala, kaki dan tangan. Proyek yang dikerjakan PT. Riau Mas Bersaudara ini banyak membuat lobang di badan jalan tanpa memberi rambu-rambu sehingga banyak korban yang berjatuhan.
Salah seorang saksi mata bernama ikir (52) mengatakan kepada Riaujurnal.com bahwasannya di hari Kamis itu sudah tiga pengendara yang kecelakaan di jalan tersebut.
''Ya, Kamis kemarin sudah tiga pengendara yang kecelakaan dijalan ini, total korban nya sudah ada delapan orang, sejak pengerjaan jalan itu dimulai. Korbannya ada yang mengeluarkan darah di kepala ada juga kakinya yang gak bisa di gerakkan. Ini mungkin karena tidak adanya rambu-rambu yang di pasang oleh pihak perusahaan. Sedangkan spanduk peringatan yang ada itu, dari kami warga yang memasang, karena sudah banyaknya korban,'' ungkapnya.
Ditambahkan Ikir lagi, sehari sebelumnya juga ada anak sekolah yang jatuh di jalan tersebut. Jadi warga meminta kalau ini tidak cepat diperbaiki, mungkin makin banyak korban akan bertambah, apalagi musim hujan lobang jalan itu tertutup air.
Saat dikonfirmasi media ini, pengawas pihak perusahaan RMB, Tribernado, mengaku sudah sering menghimbau kepada pekerjanya agar memasang rambu-rambu di setiap jalan yang sudah di lobangi.
"Saya sudah katakan kepada anggota semuanya agar setiap jalan yang di lobangi di berikan rambu-rambu. Namun kalau masalah di lapangan saya gak tahu kalau disitu tidak di kasih rambu-rambu,'' ujarnya.