RIAUJURNAL.COM-- Sebagian besar rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) di Brasil tumbang menyusul lonjakan penularan virus corona (Covid-19) selama beberapa waktu terakhir.
Gelombang kedua infeksi Covid-19 di Brasil berlangsung ketika mutasi virus corona baru yang lebih menular terus menyebar di seluruh negeri.
Varian baru corona yang dikenal dengan P.1 saat ini ditemukan pada sebagian besar pasien Covid-19 di setidaknya enam negara bagian Brasil. P1 juga telah terdeteksi di Amerika Serikat, Inggris, hingga Venezuela.
Pandemi corona di Brasil juga diperparah dengan masyarakat yang abai pada protokol kesehatan dengan menentang penggunaan masker wajah dan tidak membatasi pergerakan.
Sikap cuek masyarakat Brasil itu, dilansir CNN, sedikit banyak terpengaruh oleh sikap Presiden Jair Bolsonaro yang selama ini meremehkan bahaya virus corona. Baru-baru ini, Bolsonaro bahkan mengatakan masyarakat perlu "berhenti menjadi banci" dan "merengek" tentang Covid-19.
Padahal, jumlah penularan dan kematian akibat corona di Brasil terus meningkat dan mencetak rekor harian dalam beberapa waktu terakhir.
Brasil juga mencatatkan rekor kematian akibat Covid-19 harian tiga kali selama Maret ini. Pada Rabu (10/3), Kementerian Kesehatan Brasil mencatat 2.286 kematian akibat corona dalam sehari.
Sejauh ini, Brasil tercatat memiliki 11,2 juta kasus corona, yang tertinggi ketiga di dunia, dengan 270.917 kematian.
Para ahli menganggap kesadaran rendah masyarakat Brasil pada protokol kesehatan Covid-19 dan mutasi baru corona akan jadi bom waktu di negara itu.
"Kami sedang melalui skenario terburuk sejak awal pandemi. Ini terlihat dalam tren jumlah rata-rata kematian," kata seorang profesor Kesehatan Masyarakat Universitas Sao Paulo, baru-baru ini kepada Reuters.