PEKANBARU (RJ) - Sampah kayu, ranting hingga plastik yang menumpuk di aliran Sungai Sail menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pekanbaru ke-242, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI) menggelar aksi gotong royong membersihkan sungai di Kecamatan Sail, Senin (15/6/2026).
Aksi bersih-bersih dipusatkan di sekitar jembatan yang berada tak jauh dari RS PMC. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra.
Di sela kegiatan, Reza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.
Menurutnya, menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat.
“Gotong royong yang kita laksanakan hari ini bersama BEM UNRI merupakan bentuk kepedulian untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, khususnya di Kecamatan Sail. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang bersih dari sampah,” ujar Reza.
Saat menyusuri aliran sungai, petugas DLHK bersama mahasiswa menemukan berbagai jenis sampah yang tersangkut di bawah jembatan dan di tepian sungai. Mulai dari kayu, ranting pohon, kabel, dahan, hingga sampah plastik berhasil diangkat.
Reza menyebut, keberadaan sampah di aliran sungai tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir saat curah hujan tinggi.
“Berbagai macam sampah kita jumpai di bawah jembatan, seperti kabel, kayu-kayu, ranting, dahan, hingga sampah plastik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Reza kembali mengingatkan masyarakat agar memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Ia berharap kebiasaan membuang sampah pada tempatnya bisa terus ditanamkan demi menjaga Pekanbaru tetap bersih dan nyaman. (*)