Tiga Kelurahan di Pekanbaru Raih Penghargaan Terbersih, Tiga Lainnya Masuk Pembinaan

Administrator
501 view
Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra.
PEKANBARU (RJ) - Tidak semua kelurahan di Kota Pekanbaru dinilai sama dalam menjaga kebersihan lingkungannya. Dari penilaian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kelurahan Rintis, Labuh Baru Timur, dan Kampung Bandar berhasil menjadi tiga kelurahan dengan lingkungan terbersih dan bebas dari tumpukan sampah.

Kelurahan Rintis di Kecamatan Lima Puluh meraih peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, sedangkan Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, berada di peringkat ketiga.

Penilaian tersebut merupakan bagian dari lomba kebersihan tingkat kelurahan yang digelar DLHK Kota Pekanbaru. Berbeda dengan lomba sebelumnya yang menyasar Lembaga Pengelola Sampah (LPS), penilaian kali ini turut melihat sejauh mana lurah terlibat langsung menjaga kebersihan wilayahnya.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar mencari kelurahan yang terlihat bersih, tetapi juga mengukur kepedulian pemerintah kelurahan dan masyarakat terhadap lingkungan.

“Lomba kebersihan yang kami lakukan ini berbeda dengan lomba tingkat LPS kemarin, ini kategorinya kelurahan. Yang menuntut kepada lurah turut berpartisipasi aktif terhadap lingkungannya. Mereka ini peduli tidak terhadap lingkungannya,” jelas Reza.

Sejumlah aspek menjadi bahan penilaian. Di antaranya pemilahan sampah organik dan anorganik, larangan membakar sampah, keberadaan tumpukan sampah ilegal, serta partisipasi masyarakat dan kelurahan dalam mendukung LPS.

“Penilaian ini bermacam-macam. Ada tidak kelurahan itu melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, kemudian ada tidak melakukan pembakaran lahan di sana, ada tidak tumpukan sampah ilegal di sana. Itu masuk kategori. Dan termasuk partisipasi masyarakat kepada LPS,” terang Reza.

Selain tiga kelurahan terbersih, DLHK juga menetapkan tiga kelurahan yang masih membutuhkan pembinaan, yakni Kelurahan Palas, Binawidya, dan Umban Sari.

Reza menjelaskan, penetapan tersebut dilakukan karena tim masih menemukan sejumlah persoalan kebersihan, termasuk tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) liar dan titik pembakaran sampah.

Menariknya, Kelurahan Binawidya dan Umban Sari sebelumnya sempat mendapat penghargaan dalam penilaian LPS. Namun, hasilnya berbeda ketika yang dinilai adalah kondisi kelurahan secara keseluruhan.

“Kelurahan Binawidya dengan Umban Sari waktu penilaian LPS mereka mendapatkan penghargaan, mereka bagus LPS-nya. Tetapi ketika penilaian kelurahan, ditemukan kekurangan dari kelurahan tersebut,” ungkap Reza.

Reza berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, hasil penilaian akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap keseriusan lurah dalam menjaga kebersihan wilayahnya.

“Harapan kita tentunya kegiatan penilaian ini jangan dianggap seremoni saja. Ini akan dilakukan evaluasi oleh pimpinan, bapak wali kota dan bapak wakil wali kota tentunya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penilaian tidak semata-mata melihat hadiah yang diterima pemenang, tetapi terutama kepedulian lurah dan kolaborasi dengan LPS serta masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kelurahan yang dinilai terbersih mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah berupa mesin potong rumput. Penghargaan diserahkan langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lapangan gedung utama kompleks perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (17/8/2026).

Sementara itu, bagi kelurahan yang dinilai belum mampu menjaga kebersihan lingkungannya, DLHK memberikan penanda berupa bendera hitam.

“Dan yang terkotor dikasih bendera hitam dan dikasih sapu untuk menyapu di lingkungannya,” tutup Reza. (*)

Penulis
: Administrator