PEKANBARU (RJ) - Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus (DM) dan hipertensi menjadi temuan terbanyak dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru memastikan, dari ribuan warga yang memeriksakan diri, tidak ditemukan indikasi penyakit langka.
Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi, mengungkapkan bahwa dua penyakit metabolik tersebut mendominasi hasil screening kesehatan masyarakat belakangan ini.
"Penyakit yang paling banyak ditemukan itu diabetes melitus dan hipertensi. Sementara untuk penyakit langka, sejauh ini tidak ada kita temukan," terang Dedy.
Ia juga meluruskan bahwa layanan CKG tidak mencakup tes HIV/AIDS. Pemeriksaan untuk deteksi HIV/AIDS membutuhkan prosedur medis khusus serta kerahasiaan tersendiri sehingga tidak disatukan dalam skema CKG umum.
"Program CKG tidak termasuk pemeriksaan HIV/AIDS. Itu ada pemeriksaan dan Prosedur tersendiri yang sifatnya khusus," jelasnya.
Meski dipisah dari CKG, Dinkes Pekanbaru bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinkes Provinsi Riau tetap agresif menekan angka HIV/AIDS. Edukasi serta penapisan intensif rutin menyasar kalangan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi setiap hari Jumat.
Dalam gerakan ini, pemerintah kota merangkul sejumlah rumah sakit swasta seperti RSIA Budhi Mulia, Eka Hospital, dan RS Awal Bros untuk memperkuat penanganan medis serta pendampingan.
"Penanggulangan HIV/AIDS butuh sinergi lintas sektor. Keterlibatan rumah sakit dan edukasi ke sekolah maupun kampus menjadi kunci pencegahan sejak dini," pungkas Dedy. (*)