PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mematangkan rencana pembangunan ikon baru di Bundaran Jalan Jenderal Sudirman, depan Kantor Gubernur Riau. Tiga konsep bernuansa budaya Melayu kini dikaji dengan melibatkan akademisi, tokoh adat, organisasi profesi, dan konsultan independen.
Penataan kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu perhatian Pemprov Riau untuk memperkuat identitas Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau Zulfahmi, mengatakan kajian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan menyerap berbagai masukan dari sejumlah pihak.
"Dari hasil diskusi tersebut, ada tiga konsep yang mengemuka, yakni tugu berbentuk tanjak, Tugu Lancang Kuning, dan Tugu Titik Nol Pekanbaru. Seluruhnya merupakan masukan dari berbagai pihak yang kami himpun sebagai bahan pertimbangan," ujar Zulfahmi.
FGD tersebut melibatkan perwakilan Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, Lembaga Adat Melayu Riau, Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Riau, serta konsultan independen.
Disampaikan Zulfahmi, kajian tersebut tidak hanya membahas bentuk bangunan, tetapi juga menggali nilai filosofi dan pesan budaya yang akan melekat pada ikon baru tersebut.
"Berbagai pandangan kami tampung sebagai bahan kajian. Tujuannya agar ikon yang dibangun benar-benar mencerminkan jati diri Riau," katanya.
Zulfahmi menegaskan, belum ada keputusan akhir terkait konsep yang akan dipilih. Seluruh hasil kajian nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Riau sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan desain terbaik.
"Nanti seluruh hasil kajian kami laporkan kepada Bapak Gubernur. Keputusan akhirnya tentu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspirasi masyarakat," jelasnya.
Saat ini, Pemprov Riau masih fokus menyusun desain dan Detail Engineering Design (DED). Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik ikon baru tersebut ditargetkan dimulai pada 2027.
"Tahun ini kami fokus menyelesaikan desain dan DED terlebih dahulu. Setelah itu baru dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik," ujar Zulfahmi. (*)