Kesehatan - Kesehatan

Wawako Pekanbaru: Penanganan HIV Tak Cukup dengan Obat, Dukungan Psikologis Juga Penting

Administrator
503 view
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.

PEKANBARU (RJ) -Penanganan HIV tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga membutuhkan pendampingan psikologis dan dukungan moral bagi pasien. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan, pengobatan rutin dan perlindungan dari stigma menjadi kunci agar orang dengan HIV tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, mengingatkan masyarakat bahwa hingga saat ini HIV belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan secara total. Karena itu, penanganan HIV difokuskan pada pengendalian jumlah virus di dalam tubuh, pengobatan gejala yang muncul, serta pendampingan berkelanjutan bagi orang dengan HIV.

Markarius menjelaskan, berbagai keluhan yang dialami penderita seperti demam, sakit kepala, hingga gangguan kesehatan lainnya dapat ditangani melalui pengobatan sesuai gejala. Namun, yang paling penting adalah kepatuhan pasien dalam menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin.

“Jika obat dikonsumsi secara teratur, jumlah virus dapat ditekan sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi jauh lebih rendah,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Ia mengimbau masyarakat yang merasa berisiko atau mencurigai dirinya terpapar HIV agar segera melakukan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Menurutnya, tenaga kesehatan telah disiapkan untuk memberikan layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan secara berkelanjutan.

Selain pemberian obat, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan agar pasien tetap disiplin menjalani terapi. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat disebut menjadi faktor utama untuk mengendalikan perkembangan virus dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Markarius menegaskan, penanganan HIV tidak cukup hanya dari sisi medis.

Menurutnya, orang dengan HIV juga membutuhkan dukungan psikologis karena beban mental yang mereka hadapi sering kali tidak kalah berat dibanding kondisi fisik.

“Selain penanganan medis, penderita HIV juga memerlukan pengobatan untuk mengatasi gejala yang dirasakan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga. Di sisi lain, kami juga berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas setiap penderita HIV,” katanya.

Ia menilai perlindungan terhadap privasi pasien sangat penting untuk mencegah stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.

Markarius mencontohkan, masih ada penderita HIV yang kehilangan pekerjaan setelah status kesehatannya diketahui oleh lingkungan sekitar.

Kondisi seperti itu, menurutnya, dapat memicu tekanan psikologis yang berat dan berpotensi mengganggu proses pengobatan.

Karena itu, Pemko Pekanbaru juga menyediakan layanan pendampingan psikososial melalui tenaga pendamping untuk membantu menjaga kesehatan mental pasien sekaligus memberi dukungan moral.

“Penderita HIV tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan moral, perlindungan hak, dan pendampingan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik tanpa diskriminasi,” jelasnya. (*)

Penulis
: Administrator