PEKANBARU (RJ) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendorong seluruh sekolah di Kota Pekanbaru untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis pemilahan kini mulai diterapkan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru melalui program Eco-Owly yang resmi diluncurkan pada Rabu (17/6/2026).
“Ini merupakan terobosan MAN 2 Pekanbaru dalam pengelolaan dan pemilahan sampah non-organik,” ujar Reza.
Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya berhenti di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru, tetapi juga bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Pekanbaru.
“Kita mendorong bukan hanya MAN 2, tetapi seluruh sekolah di Pekanbaru agar mulai melakukan pemilahan sampah secara mandiri,” katanya.
Program Eco-Owly yang mengusung maskot burung hantu ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, sekaligus membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Melalui program tersebut, para siswa diajak memilah dan mengumpulkan sampah non-organik, seperti botol plastik bekas, ke dalam wadah khusus yang telah disediakan di area sekolah.
“Menariknya, tempat pengumpulan sampah non-organik di MAN 2 ini dibuat dengan ikon burung hantu sebagai maskot program,” jelasnya.
Menurut Reza Aulia Putra, pengelolaan sampah non-organik ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga memberi nilai ekonomi melalui pengolahan sampah.
Ke depan, Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru juga berencana membentuk bank sampah yang akan berada di bawah pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru.
“Ini sejalan dengan upaya kita mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Sampah yang masih bernilai bisa dikelola kembali agar lebih bermanfaat,” ujar Kepala DLHK Pekanbaru. (*)