Pendidikan - Pendidikan

Gratis! Pelatihan Vokasi 2026 Dibuka, Peserta Dapat Uang Transport Rp20 Ribu per Hari

Administrator
551 view
Pemerintah kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 bagi lulusan SMA/SMK sederajat.
JAKARTA (RJ) - Pemerintah kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 bagi lulusan SMA/SMK sederajat. Selain gratis, peserta juga mendapat bantuan transport Rp20 ribu per hari, sertifikat kompetensi, hingga perlindungan jaminan kerja.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 70 ribu peserta dalam tiga batch, dengan kuota sekitar 20 ribu orang setiap tahap.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelatihan digelar di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) serta Satuan Pelayanan Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai provinsi.

"Seluruh rangkaian pelatihan disediakan gratis. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja, baik untuk bekerja maupun berwirausaha," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Program ini mengusung konsep link and match, memastikan kurikulum selaras dengan kebutuhan industri. Peserta akan mendapatkan skilling, upskilling, hingga reskilling agar lebih siap menghadapi pasar kerja.

Syarat dan Cara Daftar

Pelatihan ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang:

• Berusia minimal 17 tahun

• Lulus dalam tiga tahun terakhir

• Memiliki akun SiapKerja di akun resmi Kemnaker

Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi skillhub.kemnaker.go.id.

Fasilitas dan Keuntungan

Peserta yang lolos akan memperoleh:

• Bantuan transport Rp20 ribu per hari (sesuai durasi pelatihan)

• Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

• Sertifikat Pelatihan

• Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

• Fasilitas asrama untuk peserta luar kota pada pelatihan tertentu

Pilihan Kejuruan

Terdapat lebih dari 820 kelas pelatihan di 31 kejuruan, yang bisa diikuti secara luring, daring, maupun hybrid. Bidangnya beragam, mulai dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Otomotif, Smart Farming, hingga Keamanan Siber, Instalasi Panel Surya, Pengelasan (Welding), Otomasi Industri, dan Kendaraan Listrik.

Program ini juga mencakup pelatihan prioritas pemerintah seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMA dan SMK menyumbang sekitar 35 persen dari total pekerja nasional. Karena itu, pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi pintu masuk peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. (*)

Penulis
: Administrator