Pendidikan - Pendidikan

Survei Kemendikdasmen: MBG Kurangi Gangguan Belajar-Tingkatkan Fokus Murid

Administrator
503 view
Dok Pekanbarugoid
JAKARTA (RJ) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) umumkan survei soal dampak positif Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, MBG mampu kurangi gangguan belajar murid yang berkaitan dengan konsentrasi akibat rasa lapar dan tingkatkan fokus belajar mereka.

Survei ini dilakukan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) terkait implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Kemendikdasmen menyebut MBG menjadi program yang terintegrasi dengan kerangka 7KAIH, terutama pembiasaan makan sehat dan bergizi.

Proses survei dilaksanakan pada Mei-Juni 2025 untuk tahap baseline dan November-Desember 2025 bagi tahap endline. Kepala Puspeka, Rusprita Putri Utami menjelaskan, survei ini melibatkan 1.203.309 responden murid secara nasional dan sekolah penerima MBG.

Pemilihan responden dilakukan dengan pendekatan systematic sampling. Pendekatan ini memastikan hasil evaluasi yang dilakukan mewakili kondisi asli di lapangan.

"Sekolah pelaksana MBG kami pilih secara acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai," jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (25/2/2026).

Dalam proses penilaian, data responden sekolah pelaksana MBG dibandingkan dengan sekolah yang belum melaksanakan program Presiden Prabowo Subianto tersebut. Data pembanding disesuaikan dengan jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang sama.

"Sehingga kondisi awal data hampir identik dan dapat dibandingkan. Pendekatan ini ini memperkuat validitas hasil sekaligus memastikan setiap rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data," imbuhnya.

Gangguan Belajar Berkurang-Konsentrasi Murid Naik

Hasil survei menemukan, terjadi penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG. Kemendikdasmen juga mengartikan temuan bahwa murid jadi lebih fokus belajar di sekolah.

Berdasarkan data yang disampaikan, terjadi penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase di sekolah penerima MBG. Angka ini lebih besar bila dibandingkan sekolah yang belum menerima MBG.

Sedangkan di wilayah Indonesia timur, hasil survei dinilai lebih memuaskan. Data mencatatkan penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG mencapai 14,85 poin persentase lebih besar di sekolah dibandingkan yang belum.

Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa intervensi gizi melalui MBG dapat memenuhi kebutuhan dasar murid. Intervensi ini juga dipandang memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran.

Bagi anak-anak wilayah Indonesia Timur, kehadiran program MBG dinilai sangat penting untuk menghapus kesenjangan dan memastikan siswa bisa belajar dengan fokus. Selain itu, anak-anak yang tinggal di wilayah timur Indonesia juga mendapat kesempatan yang sama dengan murid di wilayah lainnya.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, MBG adalah bagian dari upaya pembangunan manusia jangka panjang. Generasi 2045 diharapkan bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental.

"Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental," ujarnya.

MBG juga mendorong kebiasaan hidup bersih melalui budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) yang kini sudah jadi gerakan nasional. Selain itu, Kemendikdasmen juga mengeluarkan buku Pedoman Pendidikan Karakter dalam Program Makan Bergizi Gratis serta Modul Edukasi Gizi pada Program MBG.

Keduanya bisa menjadi panduan bagi sekolah untuk menanamkan nilai, pengetahuan gizi, dan kebiasaan hidup sehat selama program berjalan. (*)

Penulis
: Administrator