Pendidikan - Pendidikan

Teror Harimau Sumatera, Sekolah di Desa Sungai Danai Liburkan Belajar Tatap Muka

Administrator
504 view
Ilustrasi harimau Sumatera.
TEMBILAHAN (RJ) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan diminta belajar dari rumah menyusul kemunculan Harimau Sumatera yang meresahkan warga dan mengancam keselamatan.

Kebijakan tersebut diambil setelah harimau Sumatera dilaporkan berkeliaran di sekitar permukiman warga selama beberapa hari terakhir. Jejak kaki satwa dilindungi itu ditemukan di dekat rumah warga, sementara seekor sapi dilaporkan mengalami luka parah yang diduga akibat serangan harimau.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat nyaris lumpuh. Warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah demi menghindari risiko serangan satwa liar, sehingga suasana desa menjadi lengang.

Kepala Desa Sungai Danai, Halim, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau agar segera menurunkan tim penanganan konflik satwa.

"Kemunculan harimau di Desa Sungai Danai memang sangat meresahkan. Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak demi keselamatan bersama. Kami juga sudah meminta BKSDA segera menurunkan tim untuk melakukan penanganan dan evakuasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, mengatakan seluruh kegiatan belajar mengajar di Desa Sungai Danai untuk sementara dialihkan ke sistem belajar dari rumah.

"Kami telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Desa Sungai Danai agar menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah sampai situasi benar-benar dinyatakan aman," katanya.

Hingga kini, warga bersama pemerintah desa masih bersiaga sambil menunggu kedatangan tim BKSDA Provinsi Riau. Mereka berharap penanganan konflik satwa liar dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar, dapat kembali berjalan normal. (*)

Penulis
: Administrator