Pekanbaru (RJ) - Memasuki sesi tanya jawab masing-masing pasangan calon (paslon) dalam Debat Publik Perdana Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru tahun 2024, yang berlangsung di SKA Co-ex, Jumat (8/11/2024) malam. Paslon nomor urut 1, Muflihun-Ade mempertanyakan program unggulan yang diusung paslon 5, Agung Nugroho-Makarius (AMAn) terkait pembangunan fasilitas olahraga dan seni di setiap Kecamatan. Pasalnya mulai dari persoalan keterbatasan lahan bahkan berpotensi menyebabkan persoalan hukum dalam hal perawatan.
"Program ini harusnya selaras dengan fasilitas olahraga yang telah dibangun provinisi pada satu dekade silam. Selain itu keterbatasan lahan juga menjadi persoalan dalam penyediaan fasilitas olahraga dan seni disetiap kecamatan. YAng ditanyakan apa strategi dan arah kebijakan untuk mengoptimalkan fasilitas olahraga yang telah dibangun pemerintah provinsi mengingat banyak sekali fasilitas olahraga yang dibangun provinsi menyebabkan persoalan hukum terutama dalam hal perawatannya," tanya Ade kepada paslon nomor 5 saat debat berlangsung.
Terkait pertanyaan tersebut, Agung Nugroho memberikan jawaban. Ia mengaku, sering ditelpon oleh masyarakat pagi, siang, malam yang minta pembangunan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, lapangan bola kaki dan lainnya. Dikatakan Agung, dia waktu di DPRD Provinsi telah membangun sarana olahraga disetiap kecamatan dan itu di hibahkan anggarannya kepada masyarakat setelah itu.
"Jadi barang itu kita anggarkan, setelah jadi habis itu baru di hibahkan. Makanya perawatan dikembalikan kepada masyarakat. Sama halnya ketika kami memberikan bantuan masjid-masjid yang ada di Kota Pekanbaru melalui kelompok masyarakat (Kopmas). Melalui itulah anggaran itu dimasukkan sehingga dia akan menjadi barang aset yang memang dari pemerintah diserahkan kepada masyarakat dan masyarakat akan memelihara dan menggunakannya sesuai dengan keinginan masyarakat sendiri," ungkap Agung, menjawab pertanyaan dari Paslon nomor urut 1.
Selanjutnya, Paslon 1, Ade Hartati berkesempatan menanggapi jawaban dari Paslon 5. Ade mengingatkan, yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan perawatannya dan ini harus menjadi perhatian dari pemerintah.
"Jangan sampai apa yang sudah dibangun oleh pemerintah hanya menjadi tugu-tugu yang tidak bisa digunakan oleh masyarakat. Artinya tentu ada perencanaan dari awal sehingga apa yang dibangun oleh pemerintah termanfaatkan dengan baik olah masyarakat baik dari sisi pemanfaatan fisik dan pemanfaatan lainnya," ungkap Ade Hartati.

Lebih jauh, Agung menanggapi yang disampaikan Paslon 1. Dia mencontohkan yang dipernah dilakukannya di DPRD Provinsi Riau. Ia memberikan bantuan kepada mesjid. "Apakah kita yang memelihara? Tidak. Yang memelihara tentu masjid-masjid itu sendiri," kata Agung.