BGN Sebut MBG Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Administrator
567 view
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal Purnawirawan Dadang Hendrayudha saat berkunjung ke Balai Kota Yogyakarta untuk melakukan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/11/2025). (Foto: RRI/ Alfi Anni

Yogyakarta (RJ) - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim program makan bergizi gratis (MBG) mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja dari seluruh Indonesia. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Mayor Jenderal Purnawirawan Dadang Hendrayudha menyebut ini sejalan dengan tujuan dari keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan program padat karya dan membuka lapangan pekerjaan.

“Per hari ini sudah 14.000 sekian (SPPG) dari Sabang sampai Merauke. Sudah hampir 776.000 masyarakat Indonesia yang mendapatkan lapangan pekerjaan,” ujar Dadang saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).

Dadang mengatakan, program MBG membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat di sekitar dapur dan tidak memerlukan skill atau kualifikasi pendidikan tertentu. Meski demikian, Dadang ada sejumlah persyaratan pada jabatan tertentu. Misalnya ahli gizi, bagian akuntansi, dan koki yang juga harus bersertifikat. Di sisi lain, berbagai pelatihan juga nantinya akan diberikan kepada para petugas dapur SPPG.

"Kita nanti ada pelatihan penjamah makanan untuk meningkatkan skill mereka. Sambil kita ini membantu masyarakat yang tidak punya pekerjaan," ucapnya.

Dadang mengatakan jumlah SPPG terus bertambah seiring berjalannya waktu. Ini akan mencegah over capacity pada produksi SPPG sehingga bisa mencegah kasus keracunan. Meski begitu, Dadang mengatakan BGN tetap memasang patokan terhadap jumlah SPPG di tiap-tiap wilayah.

"Kita ada patokannya. Umpamanya satu kecamatan, penerima wilayah itu sekian ribu. Ini cukup tiga dapur, ya sudah tiga dapur saja. Tidak lebih dari itu. Kalaupun ada, ada pertimbangan-pertimbangan khusus karena terlalu padat atau terlalu jauh. Kalau di Yogyakarta ini mungkin radius 500 meter, 3.000 (porsi) itu sudah dapat (dipenuhi). Tetapi kalau di luar Pulau Jawa sana, bisa 16 km, bisa 30 km. Ini menjadi pertimbangan," ujar Dadang. (***)

Sc: RRI.co.id

Penulis
: Administrator
Editor
: Rj1
Tag: