Berita - Nasional

Blackout Sumatera Dipastikan Bukan Sabotase, Gangguan Dipicu Cuaca dan Faktor Teknis

Administrator
502 view
Bareskrim Polri menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera.

JAKARTA (RJ) - Misteri di balik pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera mulai terungkap. Hasil investigasi awal Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) memastikan gangguan tersebut bukan disebabkan aksi sabotase, melainkan dipicu faktor teknis pada jaringan transmisi yang diperparah kondisi cuaca ekstrem.

Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) resmi memaparkan hasil investigasi awal terkait gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman besar di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Hasil penyelidikan menyebutkan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun indikasi sabotase dalam peristiwa tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penyampaian hasil investigasi ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, mengingat insiden blackout menjadi perhatian publik secara luas.

Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari Ditpidter, Ditpidum, Puslabfor Bareskrim, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta PLN telah turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi forensik di lokasi jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Dari hasil identifikasi awal, gangguan diketahui terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo"Sungai Rumbai pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB.

“Gangguan awal diduga kuat dipicu cuaca buruk yang mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Nunung, Senin (25/5/2026).

Gangguan tersebut kemudian memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik pada sistem interkoneksi. Dampaknya, sejumlah pembangkit mengalami gangguan atau trip secara berantai sehingga menimbulkan efek domino berupa pemadaman meluas di berbagai wilayah.

Sejumlah daerah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Tim investigasi juga menemukan dugaan penyebab lain yang berkaitan dengan faktor mekanis pada jaringan transmisi, seperti gesekan kabel akibat sapuan angin, kelonggaran sambungan (hotspot) yang memicu loncatan listrik, hingga tarikan beban saat cuaca ekstrem terjadi.

Untuk memastikan penyebab secara ilmiah, potongan kabel transmisi yang mengalami gangguan telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Di sisi lain, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera saat ini telah selesai dilakukan.

Menurutnya, PLN melakukan pemulihan secara bertahap menggunakan mekanisme black start hingga seluruh sistem kembali normal.

"Hari ini proses pemulihan telah selesai 100 persen. Seluruh pembangkit besar sudah kembali masuk ke sistem dan beroperasi secara aman serta stabil," ujarnya.

Dengan hasil investigasi sementara tersebut, pemerintah dan PLN kini juga menyiapkan langkah evaluasi untuk memperkuat keandalan jaringan transmisi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. (*)

Penulis
: Administrator