Kesehatan - Kesehatan

Kasus HIV di Riau Tembus 11.523, Diskes Perluas Skrining untuk Percepat Deteksi Dini

Administrator
503 view
Kepala Diskes Riau Zulkifli.

PEKANBARU (RJ) - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Triwulan I 2026, jumlah kumulatif kasus HIV tercatat mencapai 11.523 kasus. Untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan (Diskes) Riau kini terus memperluas layanan skrining agar pasien dapat terdeteksi lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan.

Sejak pertama kali ditemukan pada 1997, jumlah kumulatif kasus HIV di Riau hingga Triwulan I 2026 telah mencapai 11.523 kasus. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata ditemukan sekitar 1.000 kasus baru setiap tahunnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli mengatakan, kenaikan angka temuan kasus tidak semata-mata disebabkan masih adanya perilaku berisiko, tetapi juga karena akses pemeriksaan HIV kini semakin luas dan mudah dijangkau masyarakat.

"Kasus HIV di Riau memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya layanan pemeriksaan atau skrining HIV di puskesmas dan rumah sakit, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat ditemukan lebih cepat," kata Zulkifli, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci penting dalam pengendalian HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula terapi dapat diberikan untuk menjaga kualitas hidup sekaligus menekan risiko penularan.

Berdasarkan data Diskes Riau, Pekanbaru masih mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 6.718 kasus atau sekitar 58,3 persen dari total kasus HIV di Riau. Sementara 11 kabupaten/kota lainnya masing-masing mencatat proporsi kasus di bawah 10 persen.

Zulkifli menambahkan, pihaknya terus memperluas akses layanan pemeriksaan HIV, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat pendampingan bagi pasien yang menjalani terapi.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki faktor risiko, agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit.

“Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan sedini mungkin bila memiliki faktor risiko serta menjalani pengobatan secara teratur bagi yang telah terdiagnosis. Dengan begitu, kualitas hidup pasien tetap baik dan penularan dapat dicegah,” ujarnya. (*)

Penulis
: Administrator