RIAUJURNAL.COM - Pasangan calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Rizki Alfarizi-Fahrul Ridho menyatakan mundur atau walkout dari penyelenggaran Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Islam Riau (UIR) tahun 2021.

Hal itu disebabkan, karena pihaknya menilai penyelenggara yakni Badan Pemilihan Raya Mahasiswa (BPRM) tidak netral dan tidak professional dalam melaksanakan mekanisme alur Pemira.
"Banyak kecurangan yang dilakukan BPRM, mereka sudah tidak netral dan tidak professional dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai penyelenggara," ungkap Ketua Tim Pemenangan Rizki-Ridho, Maulana Syaifurasyid, Selasa (3/8/2021).

Maulana memaparkan kejanggalan yang terjadi selama proses Pemira. Pertama, BPRM selalu tidak konsisten dengan aturan yang mereka buat, aturan sering berganti namun tidak ada pemberitahuan secara tertulis. Kedua, BPRM menerima pengembalian formulir salah satu paslon sementara waktu pengembalian telah ditutup. Ketiga, BPRM meloloskan paslon yang tidak memenuhi persyaratan.
"Itu semuakan jelas pelanggaran, dan kita sudah berupaya kepihak Rektorat namun tidak mendapatkan tanggapan yang serius," lanjut Maulana Syaifurrasyid Ketua Tim Rizki- Ridho tersebut.

Sebelumnya, pihaknya telah bertemu dengan Wakil Rektor III UIR untuk membahas kecurangan yang terjadi selama alur Pemira.
"Kita sudah bertemu, kami dan Wakil Rektor III. Pihak rektoratpun sepakat untuk menunda penyelenggaraan ini, tapi tidak tahunya malah dilanjutkan proses penyelenggaraannya. Inikan merugikan kami," katanya.
Pasangan Rizki-Ridho pun sepakat untuk mengundurkan diri atau walkout dari Pemira UIR 2021. Hal itu diungkapkan langsung calon Presma Rizki Alfarizi.
"Kami terkhususnya pasangan Rizki dan Ridho lebih baik mundur dalam pemira ini. Kami walkout," tegasnya.