Berita

Pemira UIR Diwarnai Aksi Walkout dari Salah Satu Paslon

Administrator
1.045 view

RIAUJURNAL.COM -- Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Riau tahun 2021 diwarnai walkout dari salah satu pasang calon. Dari dua paslon yang ada, pasangan Rizki Alfarizi-Fahrul Ridho mengundurkan dirikan dari penyelenggaraan pemilihan raya mahasiswa.


Ketua tim pasangan Rizki-Ridho, Maulana Syaifurrasyid mengungkapkan kekesalannya kepada pihak penyelenggara pemilihan raya mahasiswa (pemira), yakni Badan Pemilihan Raya Mahasiswa (BPRM). Pihaknya menilai bahwa BPRM tidak fair dalam melaksanakan alur penyelenggaraan.

"Mereka (BPRM) tidak fair dalam menyelenggarakan proses pemira. Selama proses ini, kami merasa dirugikan, banyak kejanggalan yang terjadi selama proses penyelenggaraan, dan tuntutan kami tidak pernah tanggapi selama ini," ungkap Ketua Tim pasangan Rizki-Ridho tersebut.


Selain itu, Maulana juga menduga adanya keberpihakan BPRM kepada salah satu paslon Presma dan Wapresma.

"Kami juga menduga, BPRM berpihak kepada salah satu paslon. Kami memiliki beberapa bukti kuat, namun tuntutan kami tidak pernah tanggapi serius oleh pihak kampus," lanjut Maulana.

Dia juga menyebutkan beberapa kesalahan dan kejanggalan yang dilakukan oleh BPRM sejauh ini.

"Ada beberapa kesalahan dan kejanggalan yang dilakukan BPRM. Pertama, itu terlihat ketika BPRM sering kali mengganti alur penyelenggaraan, dan itu tanpa pemberitahuan kepada mahasiswa dan kami terkhususnya. Kedua, mereka masih menerima pengelembalian formulir salah satu paslon sementara waktu yang ditetapkan untuk pengembalian sudah lewat hampir satu jam. Ketiga, mereka meloloskan paslon yang jelas-jelas tidak memenuhi persyaratan," terangnya.

Selama pemira di UIR baru kali ini penyelenggara tidak becus menjalankan aturan, lanjut Maulana, kami sudah ajukan protes kepihak Rektorat untuk dilakukan audiensi, namun tidak ditanggapi serius. Maka dari itu, kami lebih memilih mundur dalam penyelenggaraan demokrasi kampus ini.


Sementara itu, Capresma Rizki mengatakan dirinya lebih baik mundur dari pada harus mengikuti pemilihan dibawah penyelenggara yang telah cacat.

“Kami terkhususnya pasangan Rizki dan Ridho lebih baik mundur dalam pemira ini. Kami walkout,” tegasnya.

Dia juga menuturkan, harusnya proses di kampus bisa menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, namun ini malah dirusak oleh oknum-oknum yang punya kepentingan.

“Kalau sudah seperti ini, tidak ada lagi itu pembelajaran. Semua sudah dirusak, semua tidak jelas,” tutup Rizki.

Penulis
: Zamzami
Editor
: Rik
Tag: