Berita - Hukrim

Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Mandau Jadi Wilayah Paling Rawan

Administrator
502 view
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar.

BENGKALIS (RJ) - Polres Bengkalis merilis peta terbaru wilayah rawan peredaran narkotika berdasarkan hasil penindakan selama 1 Januari hingga 3 Juli 2026. Kecamatan Mandau menjadi kawasan dengan pengungkapan kasus terbanyak, disusul Pinggir, Bathin Solapan, dan Kecamatan Bengkalis.

Kabupaten Bengkalis masih menghadapi ancaman serius peredaran narkotika. Berdasarkan pemetaan Polres Bengkalis, sejumlah desa dan kelurahan kini masuk kategori zona merah karena tingginya jumlah pengungkapan kasus sepanjang awal 2026.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengungkap, Kecamatan Mandau menjadi wilayah paling rawan. Di kecamatan tersebut, Kelurahan Air Jamban mencatat pengungkapan terbanyak, yakni 23 kasus.

"Kelurahan Babussalam menyusul dengan 15 kasus, sedangkan Kelurahan Pematang Pudu tercatat 12 kasus," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Selain Mandau, Kecamatan Pinggir juga menjadi perhatian. Kelurahan Balai Raja mencatat 10 kasus, sementara Desa Semunai dan Desa Tengganau masing-masing terdapat tujuh kasus.

Di Kecamatan Bathin Solapan, Desa Air Kulim menjadi wilayah dengan pengungkapan terbanyak, yakni 13 kasus. Disusul Desa Sebangar dengan 11 kasus dan Desa Bumbung sebanyak 10 kasus.

Sementara di Kecamatan Bengkalis, Desa Kelapapati mencatat 10 kasus, diikuti Kelurahan Bengkalis Kota dengan sembilan kasus. Desa Senggoro dan Wonosari masing-masing menyumbang enam kasus.

Peredaran narkotika juga ditemukan di kecamatan lain. Kelurahan Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu mencatat tujuh kasus. Desa Tasik Serai Barat di Kecamatan Talang Muandau dan Desa Bandar Jaya di Kecamatan Siak Kecil masing-masing enam kasus, sedangkan Desa Tenggayun di Kecamatan Bandar Laksamana tercatat empat kasus.

Secara keseluruhan, April menjadi bulan dengan pengungkapan kasus terbanyak, yakni 86 kasus. Angka itu disusul Mei sebanyak 72 kasus dan Februari 69 kasus. Dari serangkaian pengungkapan tersebut, polisi turut menyita puluhan kilogram sabu serta ribuan butir pil ekstasi.

Menurut Fahrian, letak geografis Bengkalis yang berbatasan dengan jalur pelayaran internasional menjadi salah satu tantangan dalam pemberantasan narkotika. Karena itu, hasil pemetaan ini akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan prioritas pengawasan dan penindakan.

"Pemetaan wilayah rawan ini akan menjadi acuan untuk memperketat patroli, meningkatkan operasi, sekaligus mendorong masyarakat berani melapor. Tidak ada tempat bagi pelaku peredaran narkoba di Negeri Junjungan," tegas Kapolres. (*)

Penulis
: Administrator