Riau Ajukan 29 Kampung Nelayan Merah Putih ke Pusat, Target Dongkrak Kesejahteraan Pesisir

Administrator
506 view
Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahap II program Pemerintah Pusat, Rabu (28/1/2026) di Pantai Madani Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengusulkan pembangunan 29 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Program ini digadang-gadang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat pesisir dan perikanan di berbagai daerah di Riau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau Indra Putra mengatakan, proposal pembangunan tersebut sudah disampaikan ke KKP dan kini menunggu persetujuan.

"Tahun ini kita mengusulkan pembangunan KNMP di 29 titik. Proposalnya sudah kita sampaikan ke KKP. Kita berharap tahun ini bisa terealisasi, tapi kalau tidak untuk tahun 2027," ujarnya.

Ia menjelaskan, 29 titik yang diusulkan merupakan hasil pengajuan dari dinas perikanan kabupaten/kota. Lokasinya tersebar di Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, hingga Pekanbaru.

Saat ini, Riau baru mendapatkan satu bantuan pembangunan KNMP dari KKP yang bersumber dari APBN. Lokasinya berada di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"Pembangunan KNMP di Desa Pambang Pesisir itu menggunakan APBN, saat ini tengah tahap pengerjaan. Progresnya sedang pembangunan pagar, gapura dan tangki air. Perkiraan nanti di bulan Juni sudah siap pembangunannya," jelas Indra.

Menurutnya, konsep KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir. Artinya, tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat kelautan serta perikanan agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

"Program pengembangan KNMP ini dilaksanakan melalui penyediaan dan perbaikan sarana serta prasarana di kawasan pengembangan perikanan," sebutnya.

Adapun fasilitas yang dirancang dalam kawasan KNMP meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pertemuan, hingga sentra kuliner.

Melalui penguatan infrastruktur dan penataan kawasan ini, Pemprov Riau berharap kampung-kampung nelayan tak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga tumbuh sebagai kawasan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (*)

Penulis
: Administrator