Berita - Sosbud

Sempat 7 Tahun Vakum, Tokoh Masyarakat Melayu Pekanbaru Akan Deklarasikan Pembentukan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru

Administrator
1.828 view
eza
Kelompok Tokoh Masyarakat Lembaga Adat Melayu Pekanbaru

RIAUJURNAL, PEKANBARU,-- Menyikapi kondisi dan polemik yang terjadi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau saat ini, tokoh masyarakat tang tergabung dalam kelompok-kelompok masyarakat adat Pekanbaru menyampaikan kepada masyarakat yang ada di Pekanbaru, akan mendeklarasikan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru yang berisikan di dalamnya penduduk berasal dari Pekanbaru.

Hal ini disampaikan langsung oleh mantan Ketua LAM Kota Pekanbaru, Datuk H Nasrun Efendi pada Rabu (24/5/2023) dikantor LAM Kota Pekanbaru. " Insya Allah dalam dalam waktu dekat ini kami akan deklarasikan keputusan setelah diadakan musyawarah besar oleh seluruh kelompok-kelompok masyarakat Lembaga Adat Melayu Pekanbaru bahwa telah kami bentuk Lembaga Adat Melayu Pekanbaru yang penduduknya berasal dari Pekanbaru.

Nasrun juga mengungkapkan lembaga adat melayu itu baru diakui apabila ada masyarakatnya, ada wilayahnya, aturan dan pranatanya masih berlaku dan juga turun temurun masih ada. Inilah yang disebut dengan adat melayu Pekanbaru sesuai dengan Undang-undang dan Permendagri.

" Masing-masing kota punya adat tersendiri, khusus Kota Pekanbaru punya adat yang berbeda, bedanya ada 2 aliran adat di Pekanbaru yakni ada kelompok adat disebut pembatilan merujuk pada temenggungan dan ada persukuan merujuk pada temenggungan," jelas Nasrun Efendi menjelaskan.

Nasrun juga menyentil penyelesaian polemik LAM yang terjadi akhir-akhir ini yang telah membentuk tim penyelamat yang diketuai langsung oleh Irfan Sagita.

Sementara itu tokoh masyarakat Senapelan, H Bukhari Mahmud mengatakan Lembaga Adat Masyarakat Pekanbaru berisikan masyarakat asli dari kota Pekanbaru. Namun setelah adanya AD ART yang diubah LAM Riau, LAM Riau seakan bersikap sewenang-wenang terhadap kepengurusan LAM Riau kota Pekanbaru yang telah ada.

“Kami dari tim penyelamat Masyarakat Adat Melayu Pekanbaru betul-betul bekerja dalam menyampaikan musyawarah besar nantinya. Kami akan berdiri sendiri, marilah kita bersama-sama secepatnya mengadakan musyawarah besar jangan tunggu-tunggu lagi,” ajak Bukhari.

Disambung oleh Datuk H Syahrizal Usnan selaku Tokoh Masyarakat dari Pekanbaru Kota

terkait rencana pembentukan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru, pihaknya mendukung hal ini. Dikarenakan dirinya menilai hampir 7 tahun LAM Pekanbaru dilecehkan oleh LAM Riau.

“Kami berharap dengan adanya LAM Riau yang diketuai Taufik Ikram dapat baik namun LAM Riau semakin hari semakin menurun perkembangannya. Apalagi dengan adanya AD ART yang baru. LAM Riau seenaknya saja mengangkat dan memberhentikan pengurus. Bila AD ART ini tidak dirubah saya yakin kabupaten kota lain akan berbuat seperti kami. Kalau masih dibuat seperti ini, kami sepakat membuat lembaga adat melayu tidak ada riaunya,” jelas Syahrizal Usman.

Tokoh adat melayu kota Pekanbaru, H Aprizal Usman menegaskan Sudah hampir 7 tahun kami melayu asli Kota Pekanbaru merasa kecewa dengan kondisi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru setelah berjalannya waktu sepertinya kami melayu asli Pekanbaru merasa lembaga adat yang ada bukan milik Kota Pekanbaru.

" Kami sepakat akan membentuk Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru dalam waktu dekat dan akan di deklarasikan. Termasuk keberadaan gedung milik LAM Pekanbaru kami yang menguasai karena ini adalah perjuangan kami mulai dari membeli tanah, dan membangunnya. Kami juga minta Pemko merestui langkah kami ini," tegasnya (eza)