RIAUJURNAL.COM, KUANSING -- Terlalu lama mengantri setiap melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU 13.295.609 Desa Logas Kecamatan Singingi membuat masyarakat gerah dan kesal dengan pihak SPBU. Pasalnya pengendara menemukan banyak mobil langsiran yang ikut mengantri, dan mendapat vidio pengendara yang melakukan pengisian solar dengan mobil yang sudah dimodifikasi tangkinya.
Hal ini disampaikan langsung oleh salah seorang pengendara AM yang ikut mengantri BBM. Ia mengaku kesal karena setiap melakukan pengisian BBM di SPBU itu selalu antrinya lama karena banyak mobil langsiran yang ikut mengantri. Akibat kekesalannya itu pengendara tersebut merekam aksi pengisian di SPBU 13.295.609 tersebut.
"Lihat lah, di video itu jelas mereka telah melakukan pengisian solar dengan mobil yang sudah di modifikasi tangkinya. Hampir setiap melakukan pengisian BBM disini selalu saya dapati seperti itu," kata AM, Jumat (19/5/2023).
Padahal sesuai aturan yang ditetapkan PT Pertamina telah menegaskan seluruh pengelola SPBU dilarang melayani seluruh pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan menggunakan mobil modifikasi dan jerigen. Sepertinya aturan tidak lagi berlaku di SPBU 13.295.609 Desa Logas Kecamatan Singingi.
AM mengaku dulu pernah berhenti selama 3 bulan lamanya, dan sekarang tampak sudah mulai ramai lagi. " Kalau memang mau tau cek aja langsung ke SPBU itu, biasanya kalau belum habis BBM masih banyak yang ngantri," bebernya.
Untuk itu AM minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas. " Berikan sanksi tegas kepada SPBU 13.295.609 Logas Kabupaten Kuansing karena telah melanggar ketentuan yang tidak sesui dengan SOP Pertamina," tegasnya.
Saat di konfirmasi salah satu pihak SPBU 13.295.609. Logas, Ibet tidak menjawab telepon seluler dari awak media.(ROW)